Abstrak
Syarah Hidayati Syaputri, NIM 2030105047 Judul Skripsi “Analisis Kemampuan Berpikir Komputasi Siswa pada Materi Pola Bilangan Ditinjau Dari Gaya Belajar di UPT SMPN 1 Batusangkar”. Skripsi Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Kemampuan berpikir komputasi merupakan salah satu kemampuan mendasar dalam pembelajaran matematika, terutama dalam kurikulum merdeka yang menekankan pada penyelesaian masalah kontekstual. Namun, tidak semua siswa menunjukkan kemampuan berpikir komputasi yang optimal, karena setiap individu memiliki gaya belajar dan tingkat kemampuan matematis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir komputasi siswa dalam menyelesaikan soal materi pola bilangan ditinjau dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik pada tiga kategori kemampuan matematis, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kemampuan berpikir komputasi dalam penelitian ini dilihat dari empat aspek, yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan berpikir algoritma. Jenis Penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa/i kelas VIII.9 UPT SMPN 1 Batusangkar tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 32 orang. Teknik dalam pengambilan subjek penelitian yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini terbagi dua yaitu instrumen utama dan instrumen pendukung. Instrumen utama dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan instrumen pendukung terdiri dari tes dan wawancara. Tes diberikan kepada seluruh subjek penelitian sedangkan wawancara dilakukan untuk mendalami strategi dan proses berpikir siswa saat menyelesaikan soal. Subjek wawancara diambil 9 subjek dengan kombinasi gaya belajar dan tingkat kemampuan yang berbeda. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mempersiapkan dan mengatur data, pemeriksaan dan pengkodean kerja siswa dalam, mendeskripsikan hasil dan merumuskan tema, menyajikan dan melaporkan temuan, menafsirkan makna dari temuan dan memvalidasi keakuratan temuan. Teknik penjamin keabsahan data adalah triangulasi teknis dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi, baik bergaya belajar visual, auditori, maupun kinestetik, mampu memenuhi semua indikator berpikir komputasi dengan baik. Siswa dengan kemampuan sedang hanya mampu pada dua indikator awal (dekomposisi dan pengenalan pola), sedangkan siswa dengan kemampuan rendah umumnya hanya mampu pada tahap dekomposisi saja. Gaya belajar mempengaruhi cara siswa memahami soal, namun tingkat kemampuan matematis sangat menentukan sejauh mana mereka mampu berpikir komputasi. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memperhatikan gaya belajar siswa dan mengembangkan pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir komputasi agar siswa lebih mudah memahami materi pola bilangan.