Abstrak
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan dan layanan bimbingan konseling. Salah satu inovasi yang muncul adalah e-counseling yang memungkinkan guru BK memberikan layanan meskipun terhalang oleh jarak. Penelitian ini dilatarbelakngi oleh fenomen di SMAN 10 Sijunjung, dimana guru BK berupaya melaksankan layanan BK berbasis e-counseling agar tetap bisa memberikan layanan konseling walaupun berada di tempat yang berbeda serta itu merupakan pengalaman pertama dalam memanfaatkan media digital. Permasalahan inilah yang menjadi dasar penelitian ini, dengan tujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan konseling individual melalui media e-counseling di SMAN 10 Sijunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan penelitian adalah guru Bimbingan dan Konseling yang menjadi pelaksana layanan e-counseling di sekolah. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek perencanaan, guru BK menentukan tujuan layanan berdasarkan kebutuhan siswa, menetapkan sasaran kepada seluruh siswa, memilih jenis layanan konseling individual, serta memanfaatkan media daring seperti WhatsApp dan website. Pada aspek pelaksanaan, proses konseling dilakukan secara bertahap mulai dari identifikasi masalah, eksplorasi, hingga pemecahan masalah dengan strategi menjaga kerahasiaan, kenyamanan, dan interaksi yang efektif antara guru BK dan siswa. Adapun respon siswa terhadap e-counseling umumnya positif. Pada aspek evaluasi, guru BK menilai keberhasilan layanan dari perubahan sikap, perilaku, serta kemampuan siswa dalam mengatasi masalah, kemudian melakukan tindak lanjut berupa pertemuan lanjutan atau rujukan apabila diperlukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah layanan konseling individual melalui media e-counseling di SMAN 10 Sijunjung dapat terlaksana dengan baik. Layanan ini terbukti memberikan alternatif yang efektif dalam membantu siswa mengatasi masalah pribadi, sosial, belajar, maupun karier, serta memberikan harapan besar untuk pengembangan layanan BK berbasis teknologi di sekolah.