Abstrak
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya penggunaan media pembelajaran, Sumber belajar belum mengintegrasikan kebudayaan lokal dan pendekatan pembelajaran yang belum melibatkan peran aktif siswa. Di sisi lain, siswa menyukai pembelajaran yang berkaitan dengan budaya dan konteks kehidupan sehari-hari, serta membutuhkan visualisasi karakter untuk mengembangkan pemikirannya. Komik efektif sebagai media belajar karena sesuai dengan minat siswa dan dapat mengembangkan pemikiran mereka. Namun, pembelajaran belum mengintegrasikan kearifan lokal yang sejalan dengan nilai kebhinekaan dan visi misi SMPN 1 Batusangkar. Oleh karena itu, perlu dikembangkan komik berbasis pendekatan kontekstual yang mengangkat budaya sehari-hari siswa agar pembelajaran lebih menarik, bermakna, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa komik matematika berbasis pendekatan kontekstual dan kearifan lokal pada materi data dan diagram yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan penelitian pengembangan terdiri dari tiga tahap yaitu (1) tahap define, dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan, dalam tahap ini dilakukan analisis awal-akhir, analisis peserta didik, analisis tugas, analisis konsep, serta analisis literatur tentang komik matematika, (2) tahap design, digunakan untuk merancang komik. Hasil dari tahap design dilanjutkan dengan (3) tahap develop, digunakan untuk melihat validitas dan praktikalitas dari komik matematika berbasis pendekatan kontekstual dan kearifan lokal. Subjek uji coba penelitian ini adalah peserta didik kelas VII.8 SMPN 1 Batusangkar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi dan angket respon peserta didik. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan adalah persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa komik matematika berbasis pendekatan kontekstual dan kearifan lokal yang dikembangkan tergolong sangat valid karena memenuhi kriteria validitas baik dari aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan kebahasaan, dan kelayakan kegrafikan dengan persentase 85,91 %. Selanjutnya, komik yang dikembangkan tergolong sangat praktis karena memenuhi kriteria praktikalitas dari aspek kemudahan dalam penggunaan media, efisiensi waktu, mudah diinterpretasikan, kesesuain dengan materi pelajaran, daya tarik dan dapat digunakan untuk pembelajaran mandiri dengan presentasi 83,32%.