Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

TINJAUAN FIQIH MUAMALAH MANOKE BAPALAK JAGUNG DI JORONG VI KOTO SELATAN KECAMATAN KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Ekonomi Syariah•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Dandi Frengki Saputra, NIM 2130202008, Judul “Tinjauan Fiqih Muamalah Manoke bapalak jagung Di Jorong VI Koto Selatan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2025”. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah Tinjauan Fiqih Muamalah Manoke bapalak jagung di Jorong VI Koto Selatan kecamatan kinali kabupaten pasaman barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan manoke bapalak jagung dan apa akad yang di gunakan dalam manoke bapalak jagung di Jorong VI Koto Selatan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, kemudian dampak positif dan negatif dalam manoke bapalak jagung di Jorong VI Koto Selatan Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini, sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data sekunder. Sumber data sekunder adalah wali nagari, masyarakat, dan toke. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan melakukan perangkuman, menyusun data, dan penarikan kesimpulan penelitian. Teknik penjamin keabsahan data yaitu metode triagulasi sumber. Hasil dari penelitian ini dapat penulis simpulkan bahwasanya pelaksanaan manoke bapalak jagung di Jorong VI Koto Selatan Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, adanya modal dari toke, perjanjian dan kesepakatan antara toke dengan petani. Akad yang terjadi bapalak jagung di Jorong VI Selatan Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barata, terdapat jual beli antara toke dengan petani dalam hal ini dimodalkan oleh toke yang dimana toke sebagai pembeli dan petani sebagai penjual. Dalam praktiknya terdapat hutang piutang diantara toke dan petani, petani yang membutuhkan uang untuk mengelola kebunya. Dalam manoke ini toke tidak memberikan modal saja kepada petani tetapi toke juga meminjamkan uang untuk kebutuhan petani selaian untuk modal kebun. dampak positif dan negatif manoke bapalak jagung di Jorong VI Koto Selatan Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, yang muncul dari dampak negatifnya dikarenakan jual beli dimana salah satu pihak yang memutuskan harga, dampak positifnya menguntungkan para petani yang tidak memiliki modal. Dalam tinjauan fiqih muamalah terkait pelaksanaan manoke bapalak jagung sudah sesuai dengan syarat dan rukun qardh. Akad yang terjadi dalam manoke bapalak jagung (qardh) dengan akad perjanjian dan hutang-piutang namun akad dalam jual beli bapalak jagung ini tidak sesuai dengan akad jual beli karena ada keterpaksaan.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1TINJAUAN FIQIH MUAMALAH MANOKE BAPALAK JAGUNG DI JORONG VI KOTO SELATAN KECAMATAN KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT2025 · oai:ais:skripsi:11264