Abstrak
ABSTRAK Fachrur Rozi, NIM. 2130201027, Judul Skripsi " Peran Kerapatan Adat Nagari Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung Terhadap Gadih Tuo Alun Balaki. Jurusan Awal Al-Syakhsyah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kerapatan Adat Nagari Lubuk Tarok dalam membimbing, melindungi, dan membantu gadih tuo alun balaki di Nagari Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung, serta meninjau praktik tersebut dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Fenomena gadih tuo alun balaki masih menjadi persoalan penting dalam masyarakat Minangkabau, khususnya karena berkaitan erat dengan sistem kekerabatan matrilineal yang menempatkan perempuan pada posisi sentral dalam garis keturunan dan pewarisan. Mamak kanduang memikul tanggung jawab sosial dan kekerabatan untuk menjaga martabat keluarga serta menentukan arah kehidupan kemenakan, termasuk dalam hal pernikahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mamak kanduang, tokoh adat, ninik mamak, serta anggota keluarga terkait. Selain itu, dilakukan kajian kepustakaan terhadap literatur adat Minangkabau, hukum keluarga Islam, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan kerangka teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran mamak kanduang dalam menghadapi fenomena gadih tuo alun balaki diwujudkan dalam empat aspek utama: (1) mengadakan musyawarah keluarga terkait calon pasangan, (2) membantu mencarikan jodoh yang sesuai dengan adat dan syariat, (3) menjaga nilai dan martabat perempuan Minangkabau, serta (4) mewariskan nilai-nilai kekerabatan matrilineal. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, peran tersebut selaras dengan konsep wali dan perlindungan terhadap perempuan, meskipun terdapat perbedaan dalam struktur otoritas antara adat dan syariat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa mamak kanduang memiliki posisi strategis dalam menjaga kelestarian adat sekaligus dituntut mampu menyesuaikan perannya dengan prinsip Hukum Keluarga Islam agar keseimbangan antara adat dan agama tetap terjaga. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian Hukum Keluarga Islam yang berakar pada kearifan lokal masyarakat Minangkabau.