Abstrak
Murti Vandela. NIM. 2130108062 (2021). Judul skripsi “Pengaruh Konseling Kelompok Pendekatan REBT dalam Menurunkan Insecure Siswa SMAN 1 Sungai Tarab”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah perasaan insecure pada siswa SMAN 1 Sungai Tarab yang berdampak negatif pada kepercayaan diri dan kesejahteraan psikologis mereka seperti merasa insecure karena penampilan, merasa badan kurang ideal dibanding teman-teman, merasa insecure karena nilai saya kurang bagus dibanding teman-teman sekelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam menurunkan perilaku insecure pada siswa SMAN 1 Sungai Tarab. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen pre-experimental design tipe one group pre-test – post-test design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI.F5 berjuamlah 36 siswa SMAN 1 Sungai Tarab, dengan sampel sebanyak 10 siswa yang teridentifikasi memiliki tingkat insecure sedang hingga tinggi melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket skala insecure yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji-t menunjukkan bahwa intervensi konseling kelompok dengan pendekatan REBT memberikan dampak positif dan signifikan dalam menurunkan perilaku insecure siswa di SMAN 1 Sungai Tarab. Hasil penelitian ini menggunakan uji-t berpasangan menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (p 0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan konseling kelompok REBT dalam mereduksi perilaku insecure siswa. Selanjutnya, hasil uji N-Gain menunjukkan nilai -1, 510 masuk dalam kategori penurunan tinggi. Ini berarti konseling kelompok pendekatan REBT sangat efektif dalam menurunkan perilaku insecure pada siswa SMAN 1 Sungai Tarab. Temuan ini mengimplikasikan bahwa konseling kelompok merupakan intervensi yang efektif untuk mengatasi perilaku insecure pada siswa, dan direkomendasikan untuk dipertimbangkan dalam program bimbingan dan konseling di sekolah.