Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

ANTIMARRIAGE: Studi Tentang Komunitas Tuna Asmara di Media Sosial

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Latifa Munawaroh, NIM 2130201042 judul skripsi “ANTIMARRIAGE: Studi Tentang Komunitas Tuna Asmara di Media Sosial”. Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Secara alami, manusia diciptakan berpasang-pasangan, sehingga pernikahan berfungsi untuk menjaga ketertiban sosial sekaligus menyalurkan hasrat secara sah. Namun dengan munculnya fenomena sosial terkait sikap antimarriage, terdapat perilaku penolakan terhadap institusi pernikahan. Sementara itu kebutuhan biologis merupakan kebutuhan dasar atau fitrah manusia, ini menjadi kebutuhan yang berlaku universal serta diakui oleh teori dan ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisisnya dengan hukum keluarga. Adapun pertanyaan penelitian, yaitu bagaimana bentuk percakapan tuna asmara tentang perkawinan di media sosial dan apa bentuk konten tuna asmara seputar perkawinan di media sosial. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan pada analisis konten (analisis isi) terhadap percakapan dan konten di platform media sosial pada aplikasi TikTok, YouTube, Facebook, Threads, dan Reddit. Data dikumpulkan berdasarkan kata kunci tertentu, kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi wacana di media sosial tentang penolakan terhadap pernikahan. Temuan penelitian ini yang pertama melihat dari banyak pasangan yang telah menikah merasa bahwa pernikahan membawanya dalam kesulitan, hanya menguntungkan sepihak, serta kekerasan terhadap pasangan. Hal ini menyebabkan sebagian individu tidak memiliki ketertarikan dalam menjalani hubungan pernikahan, sehingga memutuskan untuk tidak menikah. Mereka bahkan meyakini bahwa hidup sendiri tanpa pasangan lebih menyenangkan dan bebas dari rasa tanggung jawab. Pandangan ini semakin bertumbuh karena selalu melihat hubungan dari lingkungan sekitar. Kedua, dalam konten di media sosial, pernikahan dipandang tidak menguntungkan pria, menolak pernikahan karena enggan menanggung tanggung jawab. Bagi perempuan pernikahan sebagai bentuk penindasan patriaki dan kekerasan, perspektif terhadap pernikahan mengurangi gender wanita, menolak pernikahan karena tidak percaya pada konsep pernikahan. Pada akhirnya penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat ancaman terhadap hukum keluarga yang ditunjukkan melalui perilaku antimarriage berupa penolakan dan penetangan terhadap institusi pernikahan dengan alasan pernikahan dianggap hanya menguntungkan sepihak.

Kata kunci

Antimarriage, media sosial, hukum keluarga

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1ANTIMARRIAGE: Studi Tentang Komunitas Tuna Asmara di Media Sosial2025 · oai:ais:skripsi:11068