Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

INKONSISTENSI TERJEMAHAN AL-QUR`AN MAHMUD YUNUS PADA REDAKSI AYAT YANG SAMA DAN IMPLIKASI TERHADAP PENAFSIRANNYA DALAM KITAB TAFSIR QUR`AN KARIM

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Alqur'an Dan Tafsir•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Aura Salsabila. NIM 2130301007 (2021). Judul Skripsi: “Inkonsistensi Terjemahan Al-Qur`an Mahmud Yunus pada Redaksi Ayat yang Sama dan Implikasi Terhadap Penafsirannya dalam Kitab Tafsir Qur`an Karim”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini terkait inkonsistensi terjemahan al-Qur`an karya Mahmud Yunus terhadap redaksi ayat yang sama dan implikasinya terhadap penafsiran dalam Tafsir Qur`an Karim. Inkonsistensi tersebut tampak dalam bentuk variasi padanan kata atau susunan kalimat dalam menerjemahkan ayat-ayat yang secara lafaz identik, namun diterjemahkan dengan redaksi berbeda. Permasalahan ini belum pernah diteliti sebelumnya dan penting dikaji mengingat Mahmud Yunus adalah salah satu pelopor penerjemahan al-Qur`an di Indonesia, sehingga pilihannya dalam menerjemahkan ayat dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap kandungan al-Qur`an, baik dari sisi bahasa maupun penafsiran keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research. Sumber primer yang dianalisis adalah teks terjemahan pada mushaf Qur`an Karim dan kitab Tafsir Qur`an Karim Mahmud Yunus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui telaah pustaka (library research) dan analisis teks, khususnya terhadap ayat-ayat yang memiliki kesamaan redaksi dalam teks Arabnya. Hasil dari penelitian ini, ditemukan sebanyak 65 redaksi di dalam al-Qur`an yang memiliki redaksi Arab identik, namun ditemukan adanya dinamika kompleks dalam terjemahan al-Qur’an Mahmud Yunus. Dalam mempermudah analisis dilakukan klasifikasi yang terbagi ke dalam tiga bentuk, yakni terjemahan konsisten secara redaksi (9 redaksi), terjemahan inkonsisten namun setara secara semantik (43 redaksi), dan terjemahan inkonsisten dengan perbedaan interpretatif (13 redaksi). Dalam banyak kasus, inkonsistensi tersebut tampak selaras dengan konteks ayat atau penyesuaian retoris dalam bahasa sasaran, bahkan memperlihatkan kecenderungan tafsiriyah dalam Tafsir Qur`an Karim. Hal ini menunjukkan bahwa Mahmud Yunus tidak hanya melakukan penerjemahan tekstual, tetapi juga menyisipkan interpretasi makna yang bersifat dinamis dan kontekstual. Dengan demikian, konsistensi dan inkonsistensi dalam terjemahan al-Qur`an perlu dipahami sebagai bagian dari strategi hermeneutis yang mencerminkan kedalaman semantik dan ideologis, serta menjadi aspek penting dalam mengkaji hubungan antara pilihan terjemahan dan arah penafsiran dalam khazanah keislaman Indonesia.

Kata kunci

Kata Kunci: Terjemahan Al-Qur`an, Mahmud Yunus, Tafsir Qur`an Karim, Inkonsistensi

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1INKONSISTENSI TERJEMAHAN AL-QUR`AN MAHMUD YUNUS PADA REDAKSI AYAT YANG SAMA DAN IMPLIKASI TERHADAP PENAFSIRANNYA DALAM KITAB TAFSIR QUR`AN KARIM2025 · oai:ais:skripsi:10914