Abstrak
ABSTRAK Annisa, NIM 1830203011 (2025). Judul Skripsi: "Tinjauan Fiqh Siyasah Dusturiyah Terhadap Permendagri No. 114 Tahun 2014 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nagari". Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun Akademik 2025. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah dampak rendahnya partisipasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nagari (Musrenbang) terhadap kualitas pembangunan di Nagari Seberang Kenaikan. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dampak rendahnya partisipasi masyarakat dalam Musrenbang Nagari terhadap kualitas pembangunan di Nagari Seberang Kenaikan. Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian kepustakaan (library research), untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah studi pustaka ((library research) dengan pendekatan normatif-yuridis. Dari peneliian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa rendahnya partisipasi masyarakat terhadap Musrenbang nagari berdampak pada kualitas pembangunan di Nagari Seberang Kenaikan, yaitu: Perencanaan pembangunan yang kurang relevan dengan kebutuhan masyarakat, kualitas infrastruktur dan program pembangunan yang rendah, rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat yang rendah, efektivitas dan keberlanjutan program pembangunan yang rendah, potensi konflik sosial di masa mendatang dan usulan pemerintah nagari selalu lebih dominan daripada usulan masyarakat dalam Musrenbang, menunjukkan ketidakseimbangan dalam pengambilan keputusan. Selanjutnya kesenjangan Implementasi Permendagri No. 114 Tahun 2014 dan Prinsip Fiqh Siyasah Dusturiyah: Implementasi Permendagri No. 114 Tahun 2014 di Nagari Seberang Kenaikan belum sepenuhnya optimal dalam mewujudkan prinsip-prinsip Fiqh Siyasah Dusturiyah, khususnya Syura, Adl, Maslahah, dan Amanah. Rendahnya partisipasi masyarakat, ketidakseimbangan usulan, kurangnya transparansi, dan alokasi sumber daya yang tidak merata mencerminkan kesenjangan tersebut.