Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan mahasiswa Program Studi Pemikiran Politik Islam Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar terhadap praktik politik uang dalam pemilu, serta dampaknya terhadap kualitas demokrasi dan pembangunan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada empat informan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik politik uang telah menjadi budaya politik yang mengakar dalam masyarakat dan dianggap sebagai realitas yang sulit dihilangkan dalam proses pemilu. Mahasiswa mengkritik keras politik uang karena bertentangan dengan nilai-nilai etika dan prinsip demokrasi Islam, yang mengedepankan integritas dan amanah dalam kepemimpinan. Dampak negatif politik uang yang diidentifikasi mencakup terpilihnya pemimpin yang tidak berkualitas, munculnya praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme, serta terhambatnya pembangunan yang berkelanjutan. Meskipun demikian, mahasiswa menunjukkan sikap proaktif sebagai agen perubahan dengan mengusulkan solusi berupa edukasi politik berbasis nilai Islam, peran aktif institusi keagamaan, peningkatan kesadaran melalui media sosial, dan reformasi sistem politik yang transparan serta tegas dalam penegakan hukum. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan dan pendidikan politik untuk membangun budaya politik yang bersih dan berintegritas di Indonesia.