Abstrak
Penelitian ini mengkaji permasalahan kompleks terkait persepsi masyarakat terhadap program Praktik Lapangan Bersama (PLB) di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Program PLB yang mengintegrasikan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini menghadapi tantangan signifikan, terutama mengenai efektivitas waktu pelaksanaan dan dampaknya di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perspektif masyarakat terhadap aktivitas mahasiswa PLB, program PLB secara keseluruhan, dan pengaturan waktu pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepala sekolah, guru pamong, kepala nagari (desa), kepala jorong, dan perwakilan kerapatan adat nagari. Teknik analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi dan menginterpretasi pandangan serta pengalaman mereka terkait program PLB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pandangan beragam, namun cenderung menyoroti beberapa kelemahan program. Masyarakat menilai aktivitas mahasiswa PLB seringkali hanya formalitas, kurang menunjukkan kreativitas atau inovasi, dan dampaknya kurang signifikan karena keterbatasan waktu dan koordinasi yang kurang optimal. Fokus mahasiswa yang terbagi antara PPL dan KKN, serta kondisi kelelahan, juga berkontribusi pada pelaksanaan program yang kurang optimal. Meskipun demikian, terdapat pengakuan atas upaya mahasiswa dalam beradaptasi dan berinteraksi cepat dengan masyarakat, namun efektivitas program secara keseluruhan masih dipertanyakan.