Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Metode pembelajaran memiliki peran krusial dalam proses belajar-mengajar di pesantren. Penguasaan metode yang baik oleh ustadz/ustadzah berkontribusi signifikan terhadap hasil belajar santri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan metode pembelajaran kitab standar fiqih, yaitu bandongan dan sorogan, di PPTI Tanjung Barulak pada kelas VII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bandongan dilaksanakan dengan cara ustadz membacakan, menerjemahkan, dan menjelaskan kitab, kemudian santri mencatatnya. Metode ini memiliki kelebihan praktis dan cepat, namun juga kelemahan seperti kurangnya keaktifan santri dan dialog. Sementara itu, metode sorogan dilaksanakan dengan santri membaca kitab di hadapan ustadz, yang kemudian menyimak dan membenarkan bacaan santri. Metode ini memiliki kelebihan dalam penguasaan kitab kuning dan keaktifan santri, namun juga kelemahan seperti memakan waktu lama dan menuntut kesabaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai pelaksanaan metode pembelajaran kitab standar fiqih di PPTI Tanjung Barulak, serta menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif.