Abstrak
Beni Jasra, NIM 2030201014 Judul Skripsi: Pelaksanaan Tradisi Manjampuik dan Maantaan Anak Bako di Padang Luar Nagari III Koto Rambatan. Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakshiyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2025. Fokus dalam skripsi ini adalah menjelaskan tentang pelaksanaan tradisi manjampuik dan maantaan anak bako dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi manjampuik dan maantaan anak bako di Padang Luar Nagari III Koto Kecamatan Rambatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan tradisi manjampuik dan maantaan anak bako serta pandangan hukum Islam terkait Pelaksanaan tradisi manjampuik dan maantaan anak bako di Padang Luar Nagari III Koto Rambatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research) pendekatan kualitatif. Sumber data primer dari penelitian ini adalah emapat orang niniak mamak, dua orang bundo kanduang, satu orang tua anak, dua orang bako yang melaksanakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi tersetruktur. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Teknik penjaminan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa, Proses pelaksanaan tradisi manjampuik dan maantaan anak bako di Padang Luar Nagari III Koto Kecamatan Rambatan, pelaksanaan tradisi manjampuik dan maantaan anak bako ini dilakukan sebagai kepatuhan masyarakat terhadap adat istiadat yang sudah dilakukan secara turun temurun. Pelaksanaan tradisi manjampuik dan maantaan anak bako dilakukan setelah anak berumur 3 bulan dan anak yang dijemput adalah anak pertama. Pelaksanaan tradisi manjampuik dan maantaan anak bako ini termasuk kepada urf shahih, karena bertujuan memperkenalkan anak kepada keluarga ayah atau keluarga bako, dan juga untuk menjalin silaturrahmi dengan keluarga bako anak, serta telah memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh mujtahid. Disebabkan kebiasaan bisa dijadikan sebagai sumber hukum. Namun, bagi yang tidak melaksanakan tradisi manjampuik dan maantaan anak ini akan mendapatkan sanksi sosial dan membayar denda seperti anak dianggap tidak babako serta hubungan antara keluarga anak dengan keluarga bako kurang baik.