Abstrak
ABDUL HANIF KAMIL, NIM. 1930103001 Judul Skripsi: “Manajemen Sarana Prasarana dalam Menunjang Kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 1 Tilatang Kamang Kabupaten Agam”. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok Permasalah dalam skripsi ini ialah SMAN 1 Tilatang Kamang memiliki Manajemen Sarana Prasarana yang bagus sehingga dapat menyediakan sarana prasarana yang mumpuni, dalam hal ini sarana prasarana bidang ekstrakurikuler, sehingga menunjang kegiatan ekstrakurikuler yang menghasilkan siswa/siswi SMAN 1 Tilatang Kamang meraih banyak prestasi diberbagai bidang ekstrakurikuler khususnya ektrakurikuler pramuka. Jenis Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian (field research), dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode fenomenologis. Teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data melibatkan kepala sekolah, wakil sarana prasrana, wakil kesiswaan, pembina ekstrakurikuler pramuka SMAN 1 Tilatang Kamang. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, pemaparan data (display data) dan penarikan kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah pengamatan yang tekun, dan tenik triangulasi teknik dan sumber. Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan, bahwasanya manajemen sarana prasarana di SMAN 1 Tilatang Kamang Kabupaten Agam ini dari segi perencanaan sarana prasarana ekstrakurikuler dan pengadaan sarana prasarana ekstrakurikuler, dilakukan secara terstruktur. Perencanaan dilakukan setiap sebelum akhir tahun ajaran selesai atau loka karya, dalam tahapan perencanaan dimulai dengan analisis kebutuhan sarana, yang dilakukan dengan membagikan blanko lembar kebutuhan sarana prasarana ekstrakurikuler kepada masing-masing Pembina ekstrakurikuler, blanko sarana prasarana di bagikan bertujuan agar apa saja kebutuhan sarana prasarana bagi kegaiatan ekstrakurikuler dapat didata secara tepat sesuai dengan kebutuhan dalam berkegiatan untuk tahun ajaran berikutnya. Sementara untuk tahapan pengadaan sarana prasarana ekstrakurikuler melibatkan kepala sekolah, wakil sarana prasraana, pemegang inventaris, komite, dan bendahara BOS. Strategi pengadaan sarana prasarana ekstrakurikuler yang dilakukan yaitu dengan membeli, membuat sendiri, memperbaiki, dan bantuan atau hibah, tapi clebih cendrung membeli atau pengadaan baru. Hingga sarana prasarana ekstrakurikuler sampai disekolah, dilakukan iventarisasi dan kodifikasi terhadap sarana prasarana , slanjutnya di berikan kepada masing-masing pembina ekstrakurikuler, dalam hal ini ekstrakurikuler pramuka. Manajemen sarana prasarana yang dilakukan terencana dan memperhatikan kualitas sarana prasarana yang diadakan, sehingga dapat menunjang kegiatan ekstrakurikuler.