Abstrak
Fitri Farah Humia Nim 2030201029. Judul Skripsi: “Implikasi Hedonisme Terhadap Keharmonisan Keluarga di Nagari Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung” Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhshiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Tahun Akademik 2024. Permasalahan dalam skripsi ini adalah bentuk, faktor yang mempengaruhi serta dampak hidup hedonisme terhadap keharmonisan keluarga di Jorong Tigo Korong, Nagari Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memahami bentuk, faktor yang mempengaruhi serta dampak hedonisme terhadap keharmonisan keluarga di Jorong Tigo Korong, Nagari Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan (field research) dengan metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yaitu untuk mengetahui implikasi hedonisme pada masyarakat Nagari Lubuk Tarok di Jorong Tigo Korong dengan melihat fenomena yang terjadi di lapangan. Menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data mengadopsi pendekatan analisis data model Miles dan Hubberman yang dilakukan melalui beberapa langkah secara interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa: bentuk hedonisme yang terjadi ialah menggunakan emas dengan berlebihan dan menggunakan pakaian yang mencolok. Faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonisme terhadap keluarga ialah dikarenakan perkembangan zaman, rendahnya pendidikan, kondisi ekonomi yang rendah sehingga tidak mencukupi untuk bersikap hedonisme dan memiliki sifat iri. Adapun dampak dari hedonisme terhadap keharmonisan keluarga ialah terjadinya percekcokan terus menerus, anak dan keluarga menjadi malu atas perbuatan istri dan juga tidak menghormati atau menghargai suami. Gaya hidup hedonisme yang berkembang di masyarakat saat ini cenderung berfoya-foya. Bagi para pengikut gaya hidup hedonisme, kenikmatan diukur dari sisi materi saja tanpa memperhitungkan perekonomian yang menjadikan keluarga tidak harmonis, sering terjadinya pertengkaran dan percekcokan secara terus-menerus antara suami dan istri, istri dan anak, dan lingkungan masyarakat atau tetangga, dengan adanya gaya hidup hedon dan permasalahan yang ditimbulkan sehingga lima dimensi ketahanan keluarga tidak terjalankan.