Abstrak
Popi Yunisa Putri, NIM : 2030103064, Judul Skripsi “Program Sekolah Penggerak Dalam Meningkatkan Kualitas Guru Di SMPN 1 Batusangkar”. Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini yaitu tentang program sekolah penggerak dalam meningkatkan kualitas guru di SMPN 1 Batusangkar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui program sekolah penggerak dalam meningkatkan kualitas guru di SMPN 1 Batusangkar. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (Field Research) untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang peneliti gunakan adalah model interaktif Miles dan Huberman yang berupa pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verification). Untuk mengecek keabsahan datanya, peneliti menggunakan triangulasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa program sekolah penggerak dalam meningkatkan kualitas guru di SMPN 1 Batusangkar mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru disekolah program sekolah penggerak dengan mengikuti kegiatan pelatihan pembelajaran berdiferensiasi. Dalam pelatihan pembelajaran berdiferensiasi ini seluruh guru diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan mereka di dalam sekolah penggerak sesuasi dengan kebutuhan sekolah. Selain itu program sekolah penggerak dalam meningkatkan kualitas guru ini memiliki faktor pendukung dan penghambat selama dilaksanakannya. Pendukung program sekolah penggerak ini dengan adanya pelatihan pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan kualitas guru sesuai dengan kebutuhan sekolah penggerak, sedangkan penghambatnya program sekolah penggerak di SMPN 1 Batusangkar ini masih adanya guru yang kurang dalam penguasaan IT dalam proses pembelajaran, keterbatasan ini yang mampu menghambat berjalannya sekolah penggerak.