Abstrak
Muhammad Fharid, NIM. 2030302034 judul skripsi ”POLA KOMUNIKASI GURU TERHADAP ANAK USIA DINI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR ( STUDI KASUS RAUDHATUL ATHFAL TAZKIA KOTA BATAM)“ Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Komunikasi merupakan landasan utama dalam kehidupan. Kata merupakan salah satu unsur dalam sebuah pesan yang disampaikan dalam komunikasi. Salah satu fungsi komunikasi adalah mendidik dan membimbing salah satunya adalah dengan menanamkan kata-kata yang baik kepada anak usia dini. Pendidikan Anak Usia Dini bertujuan untuk membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan, sikap, perilaku, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Dalam penelitian yang dilakukan, penulis ingin mengetahui bagaimana pola komunikasi bintang guru terhadap anak usia dini dan faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambat dalam proses komunikasi guru di RA Tazkia Kota Batam. Metode yang digunakan dalam penelitian di RA Tazkia Kota Batam, yaitu studi kasus yang berusaha menjelaskan secara lebih rinci dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan sosiologi, komunikasi, psikologi, dan agama dengan tahapan penelitian yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu menggunakan teknik analisis data. Sehingga dapat diketahui bagaimana pola komunikasi bintang guru pendidikan anak usia dini dan faktor apa yang menghambat proses komunikasi guru di RA Tazkia Kota Batam. Dari hasil temuan di lokasi penelitian, peneliti dapat menyimpulkan pola komunikasi bintang yang diterapkan di RA Tazkia telah berjalan dengan baik sesuai dengan jalurnya dimana semua elemen yang berkaitan dengan proses belajar mengajar berperan aktif. Dimana Kepala Sekolah sebagai leader berperan aktif dalam menjaga pola ini, kepala sekolah dapat langsung menginstruksikan guru dalam proses pembelajaran dan sebaliknya guru juga bisa memberikan feedback kepada kepala sekolah. Oleh Kepala Sekolah, orang tua diberikan kesempatan yang luas untuk dapat bertanya dan berdiskusi dengan kepala sekolah secara langsung tanpa adanya perantara dimana hambatan dalam berkomunikasi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas RA Tazkia saja, namun orang tua juga harus berperan aktif agar pola komunikasi yang sudah berjalan selalu pada jalurnya. Cara menjaganya adalah dengan menciptakan situasi yang nyaman, menjaga tutur kata dan bahasa siswa baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitar rumah, lebih bijak dalam membatasi media-media seperti gawai dan televisi yang dapat menghambat pola komunikasi siswa dan menciptakan lingkungan yang berakhlakul karimah.