Abstrak
Analisis semantik frasa "Allahumma" dalam doa Al-Quran, dapat di pertimbangkan beberapa aspek Makna dasar "Allahumma" berasal dari kata "Allah" yang ditambah dengan "ma" di akhirnya. Secara harfiah dapat diartikan sebagai "Ya Allah" atau "Wahai Allah". Fungsi dalam doa Frasa ini umumnya digunakan sebagai pembuka atau pengantar doa, menunjukkan pengagungan dan pemanggilan langsung kepada Allah. Aspek linguistik Penambahan "ma" pada akhir kata "Allah" dianggap sebagai pengganti dari kata panggilan "ya" (wahai), memberikan penekanan dan kekhusyukan dalam berdoa. Konteks penggunaan dalam Al-Quran: "Allahumma" muncul beberapa kali dalam Al-Quran, terutama dalam konteks doa dan permohonan kepada Allah. Makna teologis Penggunaan frasa ini menegaskan tauhid (keesaan Allah) dan menunjukkan kedekatan hubungan antara hamba dengan Tuhannya dalam berdoa. Secara semantik, frasa "allahumma" dalam doa Al-Quran berfungsi sebagai panggilan khusyuk kepada Allah, menggabungkan elemen linguistik dan teologis untuk menciptakan nuansa kedekatan, pengagungan, dan fokus dalam berdoa. Frasa ini tidak hanya sebagai pembuka doa, tetapi juga menegaskan konsep tauhid dan hubungan personal antara hamba dengan Allah dalam konteks ibadah dan permohonan.