Abstrak
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah kemajuan teknologi yang terus meningkat memicu terjadinya ledakan informasi. Media sosial yang merupakan sarana penelusuran informasi bagi mahasiswa memiliki banyak dampak negatif kepada pengguna media sosial seperti penyebaran berita hoax. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan literasi media mahasiswa, penyebaran berita hoax pada mahasiswa, dan pengaruh kemampuan literasi media terhadap penyebaran berita hoax pada mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel pada penelitian ini terdiri dari variabel kemampuan literasi media (X) dan variabel penyebaran berita hoax (Y). Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah responden 47 mahasiswa yang merupakan angkatan 2020 Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan bantuan SPSS Versi 25. Berdasarkan hasil pengujian analisis deskriptif menggunakan rumus Grand Mean diperoleh hasil dari variabel kemampuan literasi media dengan nilai rata-rata sebesar 3,11 dengan kategori tinggi. Sedangkan pada variabel penyebaran berita hoax diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,15 dengan kategori tinggi. Hasil uji korelasi product moment menunjukkan bahwa, besarnya korelasi antara variabel kemampuan literasi media (X) dan penyebaran berita hoax (Y) memperoleh hasil sebesar 0,572 pada interval koefisien antara 0,40-0,599 yang menunjukkan pengaruh cukup kuat. Hasil regresi linear sederhana untuk variabel kemampuan literasi media dan penyebaran berita hoax Y=8,765+0,468X dan R Square sebesar 0,327 artinya pengaruh antara kemampuan literasi media terhadap penyebaran berita hoax menujukkan hasil signifikan sebesar 32,7% sedangkan 67,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi media memiliki pengaruh terhadap penyebaran berita hoax pada mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar, untuk itu diharapkan mahasiswa atapun masyarakat umum yang menggunakan media sosial dapat meningkatkan kemampuan literasi media agar dapat mencegah terjadinya penyebaran berita hoax.