Abstrak
Ridwan Syah Putra, NIM. 1930108066, Judul Skripsi: Dampak Kecanduan Media Sosial terhadap Perilaku Belajar Siswa dan Usaha Guru BK dalam Mengatasinya di MAN Kota Sawahlunto. Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah dampak kecanduan media sosial terhadap perilaku belajar siswa dan usaha guru BK dalam mengatasinya di MAN Kota Sawahlunto.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja dampak kecanduan media sosial terhadap perilaku belajar siswa dan usaha guru BK dalam mengatasi kecanduan media sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah melalui wawancara. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa dengan data sekundernya 2 orang guru BK. Teknik analisis data dan interpretasi data dari penelitian ini adalah reduksi data, display data,dan kesimpulan/verifikasi data. Teknik penjaminan keabsahan data ini adalah triangulasi sumber. Dari hasil penelitian yang dilakukan di lapangan terdapat beberapa dampak mengenai dampak kecanduan bermain media sosial di kalangan siswa baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif yang peneliti temukan yaitu siswa lebih mudah mengakses berbagai macam tugas yang di berikan oleh guru di sekolah, memudahkannya untuk mencari tugas-tugas yang kurang dia pahami dan dampak negatif yang peneliti temukan yaitu siswa malas dalam mengerjakan segala tugas yang di berikan oleh guru di sekolah yang seharusnya tugas-tugas tersebut bisa mereka kerjakan tetapi tidak mereka kerjakan.Untuk mengatasi terjadinya kecanduan media sosial tersebut maka guru BK sebagai guru pembimbing yang menangani berbagai macam permasalahan dan tugas perkembangan siswa di sekolah melakukan berbagai usaha untuk mengatasi dan menanggulangi terjadinya kecanduan media berupa upaya preventif melalui pemberian layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, membantu anak agar memiliki keseimbangan hidup dan juga melalui upaya kuratif seperti menghilangkan penyebab timbulnya permasalahan, melalui konseling individual, dan konseling kelompok dan terdapat hambatan yang didapatkan pada saat guru Bk melakukan beberapa usaha tersebut seperti tidak adanya jam masuk ke kelas dan membuat layanan yang diberikan kurang evektif.