Abstrak
Rany Rahmadany, NIM 1830108064 (2024). Judul skripsi: Analisis Prilaku Agresif Siswa (Studi Pada Siswa SMP N 3 Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar) Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertempat di SMPN 3 Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, yang mana di sekolah ini terdapat permasalahan yaitu masih banyaknya siswa yang melakukan tindakan agresif, berangkat dari permasalahan tersebut peneliti menetapkan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku agresif siswa yang ada di SMP N 3 Tanjung Emas, dengan fokus masalah yaitu, untuk menganalisis perilaku agresif secara fisik, verbal dan perilaku agresif pada objek tertentu. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian dalam penelitian ini berjumlah 10 orang siswa. Dalam penelitian ini di temukan bahwa jenis perilaku agresif yang dilakukan yaitu perilaku agresif secara fisik, perilaku agresif secara verbal dan perilaku agresif pada objek tertentu. 10 orang siswa melakukan tindakan agresif secara fisik, dengan bentuk bertengkar dengan meninju, mencakar, 4 orang melakukan tindakan agresif secara verbal, dengan bentuk yaitu berkata kotor, berkata kasar, membulli, mengolok-olok, dan 4 orang melakukan tindakan agresif pada objek tertentu dengan bentuknya yaitu dengan menghancurkan karya tangan milik teman, merusak papan tulis. Faktor-faktor-fakor yang mempengaruhinya terdapat dua macam yaitu, faktor internal dan eksternal, faktor internal tersebut yaitu rasa penasaran pelaku, ketidaktahuan bahwa perilaku agresif tersebut bisa membahayakan orang lain dan keisengan semata, selanjutnya faktor eksternal yaitu ajakan dari teman, ikut-ikutan teman, pola asuh orang tua yang kurang baik, lingkungan yang mendukung untuk melakukan tindakan agresif, dan lingkungan sekitar rumah yang banyak melakukan tindakan agresif juga. Dampak dari perilaku agresif tersebut terhadap pelaku yaitu, tindak mempunyai teman, dikucilkan oleh teman karena tindakan agresif yang dilakukan tersebut, dan bagi korban yaitu, luka fisik, rasa sakit hati, rasa sedih, merasa tidak percaya diri, rasa trauma. Penanganan yang dilakukan sekolah untuk pelaku yang melakukan perilaku agresif yaitu, hukuman, skors, dikeluarkan dari sekolah, dan pencegahannya yaitu dengan sosialisasi tata tertib, memberi tahu akibat dari perilaku agresif terebut dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.