Abstrak
Pokok dari permasalahan ini adalah anak tampak belum mampu mengembangkan Perkembangan kognitif dalam proses pengklasifikasian benda, yaitu mengelompokkan atau mengurutkan benda berdasarkan pola atau dasar sistematis. Fasilitas belum mencukupi untuk membantu anak mengelompokkan. Perkembangan klasifisikasi yang seharusnya sudah dapat mengelompokkan warna, bentuk, ukuran, atau menurut ciri-ciri tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Permainan sensory path berbahan alam terhadap kemampuan klasifikasi anak usia 5-6 tahun di TKIT Qurrataayun Batusangkar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Peneliti memilih menggunakan pre-experimental yaitu dengan tipe one group pretest- postest design dengan populasi yang digunakan dalam penelitian ini ada sebanyak 120 murid di TKIT Qurrata’ayun dengan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel 10 anak di kelas iklas. Besarnya nilai t yang diperoleh dari perhitungan, misalnya t 17,057, dibandingkan dengan nilai t pada taraf signifikansi 5%, yaitu t (5%) 2,262 Hasilnya menunjukkan bahwa t lebih besar dari t (5%), yaitu 17,057 >2,262. Berdasarkan perhitungan statistik diatas terlihat bahwa hasil skor anak meningkat pada hasil postest dibandingkan dengan pretest. Berdasarkaan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan tentang pengaruh permainan sensory path berbahan alam terhadap kemampuan klasifiaksi anak usia 5-6 tahun di TKIT Qurrataayun Batusangkar, dapat disimpulkan bahwa tₒ lebih besar dari pada nilai t 2,262 maka hipotesis nihil (h0) yang diaajukan ditolak dan alternatif hipotesis (ha) diterima. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan menggunakan metode permainan sensory path berbahan alam terhadap kemampuan klasifikasi anak sebelum dan sesudah pelaksanaan eksperimen.