Abstrak
AFENDY KURNIAWAN, NIM 1930404002, Judul Skripsi “Analisis Praktik Gadai Lahan Sawah Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam( Studi Kasus Nagari Andaleh Baruah Bukik Kecamatan Sungayang) ”. Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimana praktik gadai sawah ditinjau dari perpektif ekonomi islam di Nagari Andaleh Baruah Bukik Kecamatan Sungayang melaksanakan transaksi gadai sawah tersebut dikarenakan membutuhkan pinjaman uang yang digunakan untuk suatu kebutuhan yang sangat mendesak dan tidak ada pilihan lain sehingga menggadaikan sawah untuk mendapatkan padi dengan cepat.. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan kualitatif, secara langsung mengadakan pengamatan untuk memperoleh informasi yang diperlukan, penelitian kualitatif di mana peneliti mengamati dan berpartisipasi secara langsung dalam penelitian skala sosial kecil dan mengamati budaya setempat untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Penelitian ini dilakukan di Nagari Andaleh Baruah Bukik Kecamatan Sungayang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahawa rata-rata laba bagi pemegang gadai di Nagari Andaleh Baruah Bukik Kecamatan Sungayang adalah 9,54%/tahun jika dibandingkan dengan rata-rata laba bank syariah yang masih wajar. Mekanisme pelaksaan gadai di Nagari Andaleh Baruah Bukik Kecamatan Sungayang diawali dengan kebutuhan masyarakat yang mendesak karena uang naik, yang terdiri dari beberapa aspek yang mempengaruhi. Dalam pengelompokkan data yang dilakukan, dapat dilihat bahwa motif sesorang yang mau menggadaikan lahan sawah disebabkan karena untuk berobat, modal pernikahaan, dan modal perekonomian. Sistem pelakasanaan gadai sawah di Nagari Andaleh Baruah Bukik Kecamatan Sungayang, pada umumnya penggadai (rahin) mendatangi penerima gadai (murtahin) untuk meminjam sejumlah uang guna memenuhi kebutuhan dengan sawah sebagai barang jaminan. Berdasarkan pada perspektif Hukum Ekonomi Syariah dalam praktik gadai sawah di Nagari Andaleh Baruh Bukik telah memenuhi unsur-unsur suatu perjanjian (akad), dalam hal ini syarat dan rukunnya yang disepakati oleh penggadai dan pemilik modal. Tetapi dalam pemanfaatan barang gadai tersebut terdapat unsur riba atau mengambil keuntungan lebih hingga bertahun-tahun.