Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Jual Beli Barang Yang Sedang Ditawar Orang lain Perspektif Fiqh Muamalah (Studi Kasus di Desa Widodaren, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Ekonomi Syariah•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Syafitri Putri Syahnul, NIM 1930202066 dengan judul skripsi “Jual Beli Barang Yang Sedang Ditawar Orang Lain Perspektif Fiqh Muamalah (Studi Kasus di Desa Widodaren, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal)”. Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana bentuk akad jual beli barang yang sedang ditawar orang lain di Pasar Sinunukan III dan bagaimana pandangan fiqh muamalah terhadap pelaksanaan jual beli barang yang sedang ditawar orang lain di Pasar Sinunukan III. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menjelaskaan pelaksanaan jual beli barang yang sedang ditawar orang lain di Desa Widodaren, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan. Sumber data terdiri dari sumber data primer dan sekunder yaitu dari penjual, pembeli dengan menggunakan teknik snowball sampling yang dilakukan kepada 15 orang penjual, 15 orang pembeli, Kepala Desa Widodaren dan Sekretaris Desa Widodaren. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi dan wawancara. Sedangkan untuk pengolahan data yang penulis gunakan adalah kualitatif Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa pelaksanaan jual beli barang yang sedang ditawar orang lain di Desa Widodaren adalah penjual dan pembeli telah melanggar prinsip-prinsip Fiqh Muamalah yaitu prinsip kerelaan dan keadilan dalam bertransaksi dimana prinsip ini dianjurkan harus suka sama suka (an taradhin mingkum) dan tidak ada salah satu pihak yang dirugikan atau di zalimi. Penyebabnya karena ketidaktahuan akan hukum jual beli khususnya dalam hal tawar menawar, faktor dasar ekonomi yang menurun, perbedaan budaya dan agama sehingga masyarakat disana banyak yang tidak memahami hikmah dan perlunya adil dalam jual beli sesuai dengan ketentuan Fiqh muamalah, karena mereka tidak mengerti terhadap jual beli yang sah dan benar dalam prinsip Fiqh muamalah, mereka menganggap tidak terlalu penting, anggapan mereka jika sudah selesai transaksi jual beli dan mereka menerima uang hasil transaksi mereka tersebut dan mereka menganggap permasalahan telah selesai, mereka tidak mengetahui akibat hukum yang selanjutnya terhadap praktek jual beli yang akan dilakukan disetiap saat dengan tidak diperhatikan bagaiamana yang seharusnya jual beli yang sah dan benar menurut Fiqh muamalah.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Jual Beli Barang Yang Sedang Ditawar Orang lain Perspektif Fiqh Muamalah (Studi Kasus di Desa Widodaren, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal)2024 · oai:ais:skripsi:7800