Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

EKSISTENSI ULAMA LOKAL TERHADAP KEBOLEHAN WALI NIKAH ANAK LUAR NIKAH: STUDI KASUS DI NAGARI SITANANG KECAMATAN LAREH SAGO HALABAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Nilna Sabrina, NIM. 2030201052. Judul: “Eksistensi Ulama Lokal terhadap Kebolehan Wali Nikah Anak Luar Nikah: Studi Kasus di Nagari Sitanang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota”, Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyah) Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2024. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah apa dasar hukum ulama lokal dalam membolehkan ayah biologis sebagai wali nikah di Nagari Sitanang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota dan apa dampak kebolehan ayah biologis menjadi wali nikah anak luar nikah di Nagari Sitanang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini untuk mengatahui dasar hukum ulama lokal membolehkan ayah biologis sebagai wali nikah di Nagari Sitanang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota dan dampak yang ditimbulkan dari kebolehan ayah biologis menjadi wali nikah anak luar nikah di Nagari Sitanang Kecamatan Lareh Sago Halaban. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah ulama lokal, pelaku praktik wali nikah ayah biologis, wali, keluarga, Pegawai Pencatat Nikah (PPN) atau pihak Kantor Urusan Agama (KUA). Adapun sumber data sekunder adalah niniak mamak, cadiak pandai dan bundo kanduang. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara (interview) dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data dan conclusions atau kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber data. Hasil dari penelitian ini ditemukan: Pertama, ulama terbagi menjadi dua dalam memberikan fatwa ayah biologis sebagai wali nikah, yaitu tiga orang ulama mengetahui status anak saat memberikan fatwa dan satu orang ulama tidak mengetahui status anak saat memberikan fatwa. Dasar hukum yang digunakan oleh ulama dalam membolehkan ayah biologis menjadi wali nikah anak luar nikah ialah mengikuti ajaran guru dan orang terdahulu serta merujuk pada pendapat Ibnu Taimiyyah mengenai ayah biologis memiliki hubungan nasab terhadap anak yang di klaim (istilhaq) dari ayah biologisnya. Disamping itu, ditemukan bahwa masyarakat juga mengutamakan kharismatik ulama, sehingga ulama memiliki eksistensi di tengah kehidupan masyarakat. Kedua, dampak dari praktik ayah biologis menjadi wali nikah anak luar nikah terbagi dua, yaitu internal keluarga berupa hubungan dalam bentuk zina terus menerus, kesulitan dalam ekonomi keluarga, ketidakharmonisan keluarga dan tidak baiknya tingkah laku anak, kemudian dampak eksternal berupa pandangan masyarakat yang buruk terhadap sebagian keluarga pelaku, terganggunya pendidikan anak, dan pengurusan administrasi yang sulit.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1EKSISTENSI ULAMA LOKAL TERHADAP KEBOLEHAN WALI NIKAH ANAK LUAR NIKAH: STUDI KASUS DI NAGARI SITANANG KECAMATAN LAREH SAGO HALABAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA2024 · oai:ais:skripsi:7769