Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

PERSPEKTIF KOMUNIKASI KELOMPOK DALAM TRADISI BATANDO DI NAGARI SUAYAN

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Komunikasi dan Penyiaran Islam•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

AZIZ WIRAWAN NAJAR, NIM 1930303005, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar dengan judul skripsi “Tradisi batando di nagari Suayan menurut perspektif komunikasi kelompok”. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana komunikasi kelompok masyarakat nagari suaya dalam melaksanakan tradisi batando. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tradisi batando di nagari suayan menurut perspektif komunikasi kelompok. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah deskriptif kualitatif, dimana peneliti menjabarkan dan mengungkapkan fenomena yang terjadi di lapangan (populasi yang sedang diteliti). Peneliti akan menggambarkan hasil penelitian yang mengungkapkan tentang tradisi batando di nagari suayan menurut perspektif komunikasi kelompok. Peneliti melakukan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara atau interview kepada niniak mamak atau kepala suku yang ada di nagari suayan sesuai kriteria yang peneliti harapkan. Hal tersebut agar mendapatkan informasi valid yang dibutuhkan dalam membuat penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, terlihat bahwa komunikasi kelompok pada tradisi batando di nagari suayan mengandung berbagai fungsi dan bentuk-bentuk. Fungsi hubungan sosial, pendidikan, persuasi, pemecahan masalah dan fungsi terapi. Fungsi hubungan sosial terlihat pada saat akan memulai tradisi tersebut, atau waktu berlangsungnya tradisi itu, semua saudara, kerabat, tetangga, teman, maupun masyarakat, saling berkumpul, dan bertukar kabar, sehingga dapat menjaga tali silaturrahmi. Fungsi persuasi terlihat pada saat dilaksanakan tradisi batando ini, apabila ada seseorang atau sekelompok orang yang melakukan hal yang dirasa kurang mengenakkan. Maka hal tersebut akan di tekur atau dilarang untuk melakukan hal itu oleh orang lain. Baik itu yang melarangnya niniak mamak, orang dewasa, ataupun teman sekalipun. Fungsi pendidikan terlihat pada saat dilaksanakannya tradisi batando, masyarakat banyak yang bercerita ataupun saling bertukar pengetahuan antara satu sama lain. Fungsi pemecahan masalah dan fungsi terapi dapat dilihat ketika masyarakat saling sering atau menceritakan permasalahannya dengan kawannya maka di satu sisi lawan bicara atau kawankawannya akan memberikan masukan atau solusi maupun nasehat terhadap permasalahan tersebut. Dalam tradisi batando terdapat kelompok kecil dan kelompok besar. Kelompok kecil terlihat pada saat mengajak kolega atau kawankawan untuk mengikuti batando, kelompok besar terlihat pada saat komunikasi orang yang melaksanakan tradisi batando dengan masyarakat.

Kata kunci

Kata Kunci: komunikasi kelompok, tradisi Batando, nagari Suayan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PERSPEKTIF KOMUNIKASI KELOMPOK DALAM TRADISI BATANDO DI NAGARI SUAYAN2023 · oai:ais:skripsi:7566