Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Perspektif Hukum Keluarga Islam Terhadap Peranan Induak Bako Dalam Perkawinan Seorang Anak Keturunan Minangkabau

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•5 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK M. Syafrinal. 2023. NIM. 16 3020 1033 judul skripsi“PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP PERANAN INDUAK BAKO DALAM PERKAWINAN SEORANG ANAK KETURUNAN MINANGKABAU Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah UINMahmud YunusBatusangkar. Pokok Permasalahan dalam Skripsi ini ada beberapa yaitu 1) Untuk mengetahui dan menjelaskan bentuk peranan induak bako dalam proses perkawinan di Minangkabau. 2UntukmenjelaskanImplikasiperananinduakbakoterhadap proses perkawinan di Minangkabau. Tujuan penulisantesisinimenjelaskan danmenganilisisinduakbakodalamperkawinanseoranganakketurunan Minangkabau. Jenis penelitianadalahjenisstudikepustakaanataulibrary researchyang dipadukan dengan field researchyang bersifatanalisis terhadap adat istiadat yang menyangkut induak bakoyang mana akan dikaitkan dengan teori-teori yang diperolehdaribuku, jurnal dan lain-lain yang relevandenganjudul yang diajukan. Teknik Pengumpulan data yang penelitigunakanadalahdengancaradokumentasi, dimana disini penulis menggunakan buku serta jurnal-jurnal yang relevanatauketeranganlainnya. Hasil penelitian: 1) Bentuk Peranan induak bako terhadap hubungan perkawinan seorang anak keturunan Minangkabau dalam hal ini yang berkaitan dengan perkawinan yang pertama adalah ketika anak masih dalam kandungan induak bako wajib mengantarkan nasi salomak kunyik, setelah anak itu lahir induak bako wajib mengantarkan batiah. Ketika anak tersebut turun mandi induak bako wajib memandikan anak tersebut serta membawa dulang berisi makanan. Ketika anak tersebut berumur 1 bulan adat selanjutnya merupakan manjapuik anak. Ketika anak pisang khitan maka akan dipakaikan baju datuak dirumah bako dan diarak dengan memakai kuda.Ketika khatam Al-Qur’an, induak bako membawa jamba berisi kain kafan, beras dan makanan. Ketika anak pisang menikah maka dijapuik bako sebelum nantinya diarak. Ketika bulan ramadhan anak pisang wajib mengantarkan pabukoan kerumah induak bako. Ketika anak pisang tersebut meninggal induak bako wajib mengantarkan kain kafan dan wajib mengadakan mando’a dimalam hari setelah 2 minggu kematian.baki bakoyang merupakan bawaan (baki) yang disiapkan keluarga bako bagi anak pisang ketika pulang kembali kerumahnya, selanjutnya ada pula tradisi manjapuik anak yang merupakan kewajiban induak bako membantu anak pisangnya dalam upacara perkawinan melalui acara/tradisi yang berlaku dalam masyarakat tersebut, hal ini merupakan hal yang baik dikarenakan dapat mempererat hubungan antar induak bako dan anak pisang 2)Implikasi terjadinya peranan induak bako terhadap proses perkawinan seorang anak keturunan Minangkabau ini akan berakibat baik bagi konsep kekeluargaan dalam Minangkabau diharapkan juga dikemudian hari adat istiadat yang mencakup induak bakotetap terjalan sebagaimana mestinya dan selalu terjadi secara turun temurun kedepannya, akan tetapi apabila nantinya tradisi ini tidak dilakukan oleh induak bakotersebut maka mereka akan dikenakan sanksi sosial yang mana dalam hal ini berupa pengucilan dan tidak boleh mengikuti acara-acara penting adat seperti baralek pangulu3) Analisa dalam Hukum Islam, sesuatu yang dikerjakan secara terus menerus, dipandang baik dan tidak bertentangan dengan hukum syara‟dalam hal ini sejalan dengan ‘urf. ‘Urf yang terdapat di dalam perlaksanaan Tradisi yang terjadi ‘urf shahih karena memenuhi syarat ‘urf yang dapat dilaksanakan, dan juga merupakan suatu i‘lan pernikahan, mengenai i’lan perkawinan dianjurkan untukmelaksanakannya.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Perspektif Hukum Keluarga Islam Terhadap Peranan Induak Bako Dalam Perkawinan Seorang Anak Keturunan Minangkabau2023 · oai:ais:skripsi:7289