Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Tradisi Mandi Kuba di Nagari Gurun Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK RIDWAN, NIM 1930201058 judul skripsi “TRADISI MANDI KUBA DI NAGARI GURUN KECAMATAN SUNGAI TARAB KABUPATEN TANAH DATAR“ Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyyah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusagkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah mengenai bagaimana pelaksanaan tradisi mandi kuba, bentuk pelestarian tradisi mandi kuba, serta implikasi tradisi mandi kuba di Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penulisan ini adalah penelitian lapangan (field research), peneliti menggunakan data yang diperoleh dari riset lapangan serta observasi dan wawancara dengan Wali Nagari, Kerapatan Adat Nagari, serta tokoh masyarakat yang melaksanakan tradisi mandi kuba, yaitu dengan meneliti tradisi mandi kuba yang ada di Nagari Gurun. Instrumen peneliti terdiri dari instrumen utama yaitu penulis sendiri dan instrumen pendukung, seperti file notes, handphone dan lain-lain. Adapun sumber data yang penulis gunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui wawancara, serta teknik analisis data dilakukan secara diskriptif kualitatif, yaitu menelaah data yang di peroleh, mengklasifikasikan data dan menganalisa ayat Al Qur’an dan hadis Nabi untuk ditarik kesimpulanya. Hasil penelitian yang penulis peroleh adalah yang pertama : Mengenai pelaksanaan tradisi mandi kuba, mandi kuba dilaksanakan apabila ada salah seorang warga Dusun Kabun Gadang yang meninggal dunia namun tidak dimakamkan di hari meninggal tersebut maka, setelah sholat isya jenazah tersebut dimandikan oleh angku malin yang di tunjuk oleh keluarga yang berduka. Kedua : mengenai bentuk pelestarian tradisi mandi kuba, penyebab tradisi ini masih dilestarikan karena begitu kuat aturan dan sanksi yang di tetapkan oleh pemangku adat apabila tidak melaksanakan tradisi tersebut. Cara orang tua-tua kampung untuk melestarian tradisi ini adalah mengadakan pelatihan di mushollah untuk kaum muda, agar tradisi ini tetap di wariskan. Ketiga : Mengenai implikasi atau dampak tradisi mandi kuba, tradisi mandi kuba memiliki dampak baik jika dilaksanakan oleh masyarakat. Tradisi ini akan berdampak kepada pelaksana (Angku Malin) dan keluarga yang melaksanakan. Dampak terhadap pelaksana tradisi tersebut, ada dampak kerohanian seperti mendapatkan pahala dan juga ada dampak sosial karena telah membantu masyarakat yang sedang ditimpa musibah. Dari hasil penelitian diatas maka dapat penulis simpulkan bahwa pelaksanaan tradisi mandi kubah ini banyak mengandung manfaat, maka tradisi ini tergolong kepada ‘urf shahih. Maka penulis memandang tradisi ini boleh untuk dilaksanakan dan dilestarikan.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Tradisi Mandi Kuba di Nagari Gurun Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar2023 · oai:ais:skripsi:7264