Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Kewajiban Mambaok Bapelok pada walimatul Ursy yang dilakukan bako ( studi kasus kecamatan situjuah limo nagari, kabupaten lima puluh kota)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Intan Oktavia Honesty, NIM. 1930201026. Judul Skripsi : “Tradisi Mambaok Bapelok Di Nagari Tungkar Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota”. Prodi Ahwal Al-Syakhshiyyah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar 2023. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah menjelaskan proses pelaksanaan tradisi mambaok bapelok pada masyarakat Nagari Tungkar Kecamatan Situjuh Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota, serta menjelaskan tinjauan hukum keluarga Islam terhadap tradisi mambaok bapelok pada masyarakat Nagari Tungkar Kecamatan Situjuh Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa proses pelaksanaan tradisi mambaok bapelok pada masyarakat Nagari Tungkar Kecamatan Situjuh Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota, mengetahui dan menganalisa tinjauan hukum keluarga Islam terhadap tradisi mambaok bapelok pada masyarakat Nagari Tungkar Kecamatan Situjuh Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. informan dalam penelitian inin adalah ketua kerapatan adat nagari (KAN), niniak mamak, Wali Jorong, dan anggota masyarakat yang melaksanakan dan yang tidak melaksanakan tradisi mambaok bapelok di Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota. Pengolahan data dilakukan dengan cara menganalisis data tersebut dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Dari hasil penelitian, proses pelaksanaan mambaok bapelok terdiri dari lima tahap yaitu manjapuik anak, bakomeh, mamareso baju, maantaan anak, makan basamo. Dampak positif dari tradisi ini adalah membantu pengantin yang menikah dan bentuk kasih sayang dari bako kepada pengantin serta mempererat silaturrahmi antara bako, niniak mamak dan keluarga pengantin. tradisi ini juga memiliki dampak negatif bagi bako karena tidak semua bako memiliki kemampuan secara finansial sehingga mengakibatkan bako memilih untuk berhutang untuk melaksanakan tradisi ini. Tinjauan hukum Islam mengenai tradisi mambaok bapelok merupakan suatu kebiasaan yang sudah hidup di dalam masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya memberatkan bako dalam pernikahan. Namun melihat kemaslahatan dari tradisi ini termasuk ke dalam ‘Urf shahih karena mengandung kebaikan berupa terjalinnya keharmonisan antara anak, niniak mamak, dan bako di Nagari Tungkar Kecamatan Situjuh Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Kewajiban Mambaok Bapelok pada walimatul Ursy yang dilakukan bako ( studi kasus kecamatan situjuah limo nagari, kabupaten lima puluh kota)2023 · oai:ais:skripsi:7260