Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Dinamika Psikologis Pasangan Pada Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas IB

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Psikologi Islam•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah setelah bercerai menjadi seorang janda dipandang buruk oleh masyarakat, tidak hanya itu banyak sekali perubahan yang akan terjadi di dalam diri seseorang dan lingkungan setelah bercerai, dan bagaimana seseorang bisa menerima perubahan-perubahan yang terjadi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana dinamika kognitif, afektif, dan konatif pasangan pada perkara perceraian. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam mengumpulkan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu dengan wawancara. Data diolah dengan deskriptif kualitatif, setelah itu dijabarkan serta dilakukan pengelompokkan terhadap aspek masalah tertentu dan diuraikan dengan kalimat yang efektif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dilihat dari aspek kognitif masing-masing pasangan cerai talak dan khulu’ berfikir bahwa bercerai menjadi jalan terbaik dan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalah dalam rumah tangga. Setelah bercerai pasangan berpikir untuk bekerja agar bisa menafkahi anak akan tetapi subjek F berpikir untuk mencari pekerjaan yang tetap untuk dirinya sendiri. Berdasarkan keyakinan pasangan untuk bercerai akan berdampak ke anak, anak akan memiliki persepsi buruk tentang keluarga, menjadi bahan ejekan teman-temannya, dan prestasi belajar anak menjadi menurun. Dilihat dari aspek afektif D merasa sedih memutuskan untuk bercerai akan tetapi masing-masing pasangan lainnya merasa lega, bahagia dan sudah tidak ada beban karena bercerai menjadi kesepakatan antara keduanya. Anak-anak akan merasa sedih dengan perceraian orang tuanya tapi pada subjek WY anak merasa bahagia melihat ibunya bercerai dengan bapak tirinya. Tidak ada rasa menyesal yang timbul pada masing-masing pasangan akan tetapi adanya perasaan bersalah terhadap anak karena gagal menjadi orang tua yang baik akan tetapi subjek WY merasa bersalah terhadap dirinya sendiri karena salah memilih pasangan untuk dijadikan teman hidup. Dilihat dari aspek konatif masing-masing pasangan cerai talak dan khulu’ tidak menghindar ketika bertemu dan tidak berkomunikasi lagi setelah bercerai, akan tetapi masing-masing pasangan merasa canggung, malu ketika bertemu dengan keluarga mantan suami/ istri. Adanya perubahan lingkungan yang terjadi anak menjadi tidak percaya diri bertemu orang banyak dan hanya mengurung diri dikamar akan tetapi pada subjek WY anak malah menguatkan orang tuanya karena merasa setuju ibu kandungnya bercerai dengan bapak tirinya.

Kata kunci

Kata Kunci : Dinamika Psikologis, Pasangan, Perceraian

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Dinamika Psikologis Pasangan Pada Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas IB2023 · oai:ais:skripsi:7193