Abstrak
ABSTRAK Fadila Aulia Putri, NIM. 1930201016. Judul Skripsi : “Tradisi Manyopi Dalam Pelaksanaan Aqiqah di Nagari Cubadak Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Menurut Hukum Islam”. Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah sejarah munculnya dan tujuan tradisi manyopi dalam pelaksanaan aqiqah di Nagari Cubadak, Kabupaten Tanah Datar. Anggapan masyarakat jika tidak dilaksanakan tradisi manyopi dalam pelaksanaan aqiqah serta pandangan hukum Islam mengenai tradisi manyopi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejarah munculnya dan menjelaskan tujuan dari tradisi manyopi dalam pelaksanaan aqiqah, untuk mengetahui pandangan masyarakat yang tinggal di Nagari Cubadak apabila tidak dilaksanakan tradisi manyopi dan untuk menganalisis pandangan hukum Islam terhadap tradisi manyopi dalam pelaksanaan aqiqah di Nagari Cubadak, Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap informan yaitu niniak mamak, masyarakat atau orang tua dan tokoh agama. Pengolahan data dilakukan dengan cara menganalisis data tersebut dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Dari hasil penelitian, sejarah awal munculnya tradisi manyopi di Nagari Cubadak yaitu diawali dari kegiatan-kegiatan orang terdahulu dalam mengiringi pelaksanaan aqiqah, sehingga menjadi suatu aturan yang telah disepakati oleh niniak mamak dan masyarakat yang mana tradisi ini sudah dilaksanakan sejak nenek moyang terdahulu sampai saat ini yang mana bertujuan untuk kemaslahatan anak yang aqiqah, yaitu anak sedari kecil sudah diajari cara makan dan dilatih mengecap serta menghisap makanan. Selain itu untuk mengikat hubungan anak dengan bako (keluarga ayah). Anggapan masyarakat jika tidak dilalukan tradisi manyopi ini, yaitu akan membawa dampak buruk kepada anak, anak akan menjadi nakal dan tidak berbakti kepada orang tua, aqiqah anak tersebut tidak dianggap secara adat di Nagari Cubadak. Begitu juga kepada orang tua sang anak, akan dianggap sebagai orang yang tidak beradat. Menurut hukum Islam tradisi manyopi dalam pelaksanaan aqiqah ini termasuk dalam ‘Urf Shahih yang dalam pelaksanaanya mendatangkan kemashalatan atau kebaikan terutama untuk anak yang aqiqah. Namun dalam hal ketentuan adat bagi yang tidak melaksanakan tradisi manyopi ini, menimbulkan kekeliruan dan menjadi anggapan negatif dari masyarakat.