Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Makanan Palagak Dalam Prosesi Mananti Marapulai Di Jorong Batu Basa

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•3 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK BIMAS RAHMAD AGUSMI. Z, NIM. 1930201010, Judul “MAKANAN PALAGAK DALAM PROSESI MAANTAAN MARAPULAI DI JORONG BATU BASA”. Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok Permasalahan dalam skripsi ini adalah Bagaimana pelaksanaan tradisi makanan palagak dalam prosesi maantaan marapulai di Jorong Batu Basa, alasan dan faktor-faktor yang melandasi masyarakat Jorong Batu Basa, konsekuensi jika melanggar aturan makanan palagak dalam prosesi maantaan marapulai. Tujuan dari membahas penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan makanan palagak dalam prosesi maantaan marapulai di Jorong Batu Basa, Untuk mengetahui dan menjelaskan alasan dan faktor-faktor yang melandasi masyarakat melaksanakan makanan palagak dalam prosesi maantaan marapulai di Jorong Batu Basa, untuk mengetahui sanksi yang diterima apabila melanggar aturan makanan palagak dalam prosesi maantaan marapulai di Jorong Batu Basa. Sedangkan manfaat penelitian ini mampu memperkaya wacana intelektual dan Sebagai pengembangan ilmu hukum keluarga islam terkhusus aspek-aspek urf dalam ilmu fiqih. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang dilakukan oleh penulis di Jorong Batu Basa. Adapun sumber data yaitu ada 2 yaitu sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer melalui wawancara langsung, penulis wawancara dengan ninik mamak, ketua KAN , bundo kanduang, dan tokoh ulama. Sedangkan sumber data sekunder data yang diperoleh dari buku-buku, jurnal dan artikel mengenai tradisi maantaan marapualai dan hukum Islam. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah dengan wawancara. Teknik analisa data dengan triagulasi. Hasil dari penelitian pelaksanaan makanan palagak dalam prosesi maantaan marapulai di Jorong Batu Basa dan juga menjelaskan sejarah dari tradisi makanan palagak dalam prosesi maantaan marapulai, yaitu sebuah tradisi yang sudah dilaksanakan secara turun temurun dari nenek moyang terdahulu, dan juga pelaksanaan makanan palagak pada prosesi pernikahan di Jorong Batu Basa yang tidak boleh dimakan karena hanya untuk dipamerkan saja. Dalam prosesi ini makanan palagak yang dihidangkan dan tidak boleh dimakan adalah rendang hati, asam padeh, ayam goreng satu ekor, ikan goreng, gulai tambusu, kue pengantin, dan nasi kunik. Makanan palagak ini dihidanngkan di tiga kali prosesi yaitu maantaan marapulai, makan tangah hari, dan makan pambali. Tujuan masyarakat Jorong Batu Basa melakukan tradisi makanan palagak adalah untuk memamerkan hidangan palagak kepada tamu yang hadir saat prosesi tersebut, untuk memperlihatkan status ekonomi. Sanksi yang diberikan kepada orang yang melanggar aturan makanan palagak adalah sanksi sosial, yaitu teguran, tidak diajaak lagi dalam prosesi maantan marapulai hingga ditinggalkan dalam setiap acara ada.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Makanan Palagak Dalam Prosesi Mananti Marapulai Di Jorong Batu Basa2023 · oai:ais:skripsi:7011