Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Pandangan Fiqh Muamalah Terhadap Pelaksanaan Bagi Hasil Patigan Sawah (Studi Kasus di Jorong Koto Nagari Sungai Batuang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Ekonomi Syariah•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Sutra Weli Riza, NIM 1930202065 dengan judul skripsi “Pandangan Fiqh Muamalah Terhadap Pelaksanaan Bagi Hasil Patigan Sawah (Studi Kasus di Jorong Koto Nagari Sungai Batuang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung)”. Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana bentuk akad bagi hasil Patigan sawah di Jorong Koto Nagari Sungai Batuang dan bagaimana pandangan fiqh muamalah terhadap pelaksanaan Patigan sawah yang terjadi di Jorong Koto Nagari Sungai Batuang. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menjelaskaan pelaksanaan Patigan Sawah di Nagari Sungai Batuang Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung dan untuk menjelaskan pandangan Fiqh Muamalah terhadap pelaksanaan sistem Bagi Hasil Patigan Sawah di Nagari Sungai Batuang Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan. Sumber data terdiri dari sumber data primer yaitu dari penggarap, pemilik sawah dengan menggunakan teknik snowball sampling yang dilakukan kepada 4 orang pemilik sawah 3 orang penggarap. Serta sumber data sekundernya diperoleh dari dokumen berupa profil Nagari Sungai Batuang yang ada hubungannya dengan penelitian ini, yang dapat memberikan informasi atau data tambahan yang dapat memperkuat data primer. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk pengolahan data yang penulis gunakan adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa pelaksanaan bagi hasil patigan sawah yang terjadi di Nagari Sungai Batuang adalah hasil panen padi tersebut dibagi berdasarkan banyak karung yang didapat, bukan berdasarkan satuan yang baku seperti kilogram atau kuintal. Karena proses panen padi tidak menggunakan timbangan atau ukuran yang baku menyebabkan hasil padi dalam masing-masing karung memiliki berat yang berbeda, sehingga terjadi pembagian yang tidak rinci diantara pihak-pihak yang berakad. Karung yang menjadi alat ukur dalam pembagian hasil menimbulkan berpotensi gharar sehingga dapat meimbulkan ketidakadilan pembagian hasil panen bagi penggarap maupun pemilik lahan. Berdasarkan kajian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa menurut pandangan fiqh muamalah terhadap pelaksanaan bagi hasil patigan sawah di Jorong Koto Nagari Sungai Batuang Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung termasuk kepada akad yang gharar (tidak jelas).

Kata kunci

Bagi Hasil Patigan Sawah

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pandangan Fiqh Muamalah Terhadap Pelaksanaan Bagi Hasil Patigan Sawah (Studi Kasus di Jorong Koto Nagari Sungai Batuang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung)2023 · oai:ais:skripsi:6957