Abstrak
Aulia Kurniati, NIM 1930404011. Judul Skripsi “Risiko Usaha pada Peternakan Ayam Petelur (Studi Kasus pada Peternakan Ayam Petelur David Hendra di Nagari Tanjung Bonai Aur Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung”. Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Analisis risiko dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan risiko yang dihadapi serta mempu mengatasi risiko yang terjadi. Setelah jenis-jenis risiko diketahui maka dapat menerapkan strategi atau perlakuan risiko yang tepat dan menghasilkan sesuatu yang menjadikan bisnis bisa mencapai target secara maksimal. Oleh karena itu, risiko yang dihadapi oleh pelaku usaha pasti bisa diatasi serta kerugian yang terjadi dapat diminimalisir. Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah jenis dan perlakuan risiko pada peternakan ayam petelur. Adapun tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui apa saja jenis-jenis risiko yang terjadi pada peternakan ayam petelur dan untuk mengetahui perlakuan pada risiko yang digunakan pada peternakan ayam petelur terhadap risiko tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research), dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data adalah dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka jenis-jenis risiko berdasarkan teori pada peternakan ayam petelur adalah: a. Risiko operasional seperti (1) lampu mati, (2) berak kapur, (3)berak darah, (4) influenza, (5) berak hijau, (6) keterlambatan memberi vaksin,(3) kualitas telur yang kurang bagus, (4) mesin tidak berfungsi dengan baik, (5) kurangnya kualitas pakan. b. Risiko pemasaran seperti (1) harga telur yang tidak stabil, (2) bibit ayam yang tidak bagus. c. Risiko strategis seperti (1) persaingan penjualan telur yang tidak sehat, (2) lokasi jauh dari jangkauan konsumen. d. Risiko hazard seperti (1) lantai yang licin. Perlakuan risiko yang diterapkan yaitu: (a) 7 mitigasi risiko yaitu pencegahan akan risiko lampu mati, berak kapur, berak darah, influenza, berak hijau, kualitas telur yang kurang bagus, dan lantai licin. (b) 5 menerima risiko seperti bibit ayam yang tidak bagus, keterlambatan memberi vaksin, harga yang tidak stabil, lokasi jauh dari jangkauan konsumen, dan kurangnya kualitas pakan. serta (c) 2 berbagi risiko seperti persaingan penjualan telur yang tidak sehat dan mesin tidak berfungsi dengan baik. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemilik peternakan ayam sudah mengidentifikasi jenis risiko dengan baik dan sudah memberlakukan risiko dengan semestinya sesuai dengan keadaannya.