Abstrak
ABSTRAK Fadel Muhammad. Nim 1930301010. Judul Skripsi: ”Studi Living Quran: Pemakaian Cadar di Kalangan Mahasiswi Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Mahmud Yunus Batusangkar Sumatera Barat. Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Latar belakang penelitian ini adalah adanya pemakaian cadar di kalangan mahasiswi Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Adapun fokus penelitian ini adalah: (1) Apa alasan dan motivasi mahasiswi bercadar dalam pemakaian cadar di lingkungan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Mahmud Yunus Batusangkar Sumatera Barat, (2) Bagaimana respon lingkungan kampus yang dirasakan mahasiswi bercadar di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Mahmud Yunus Batusangkar Sumatera Barat, (3) Apa kendala dan manfaat bagi mahasiswi bercadar di lingkungan kampus Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Mahmud Yunus Batusangkar Sumatera Barat. Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research), studi Living Qur’an yaitu kajian ilmiah tentang berbagai peristiwa sosial terkait dengan kehadiran Al-Qur’an di tengah komunitas muslim tertentu. Pendekatan yang penulis pakai dalam penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun sumber data utama penelitian ini: mahasiswi bercadar, pimpinan Fakultas, dan mahasiswa umum Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1) Alasan/motivasi dan manfaat mahasiswi bercadar dalam pemakaian cadar adalah berawal dari niat diri sendiri, merasa nyaman dan terlindungi dengan menggunakan cadar. Cadar adalah salah satu sunnah, karena syariat yang menganjurkan untuk menutup wajah. Kondisi seperti covid dapat menjadi alasan wanita untuk menutup wajah menggunakan cadar. Cadar digunakan untuk meminimalisir kecemasan orang tua yang tidak dapat mengawasi anak ketika kuliah jauh dari keluarga. Motivasi menggunakan cadar juga seperti membaca buku fiqih wanita dan mendengarkan kajian muslimah. Jika dilihat dari segi manfaat bagi mahasiswi bercadar yaitu: Pertama, memberi kesehatan karena terhindar dari populasi udara. Kedua, menjaga izzah dan iffah serta marwah seorang wanita. Ketiga, dihormati dan disegani ketika berinteraksi dengan lawan jenis yang bisa saja menimbulkan fitnah. (2) Respon lingkungan kampus yang dirasakan mahasiswi bercadar secara umum sangat baik, seperti doa agar istiqomah dari teman-teman, dosen, dan dukungan pihak kampus. Tidak ada diskriminasi yang diberikan kepada mahasiswi bercadar. Ada juga respon yang kurang baik seperti ucapan mengejek dan mengatakan cadar yang digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis, serta respon yang meragukan keistiqomahan mahasiswi yang memakai cadar. (3) Kendala bagi mahasiswi bercadar di lingkungan kampus. Pertama, ketika melakukan ibadah sholat di mushola yang tidak ada pembatas antara laki-laki dan perempuan. Kedua, melakukan administrasi kampus seperti foto kartu tanda mahasiswa yang tidak boleh menggunakan cadar. Ketiga, kurangnya pemahaman cadar dari mahasiswa ataupun dosen terhadap hukum dan makna penggnaan cadar.