Abstrak
Arif Nandipinta, NIM: 1830111009 judul skripsi “Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Operasi Hitung Pecahan di Kelas V SDN 19 Santur” Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta didik kesulitan dalam mengerjakan soal operasi hitung pecahan. Kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung pecahan dilihat dari kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik saat mengerjakan soal, seperti tidak mengerti cara menyamakan penyebut dan kesulitan dalam keterampilan berhitung. Selain itu gejala-gejala kesulitan belajar yang lainnya tentu akan menghambat tercapainya tujuan pembelajaran. Berdasarkan data di lapangan menunjukkan bahwa peserta didik kelas V SDN 19 Santur Kota Sawahlunto banyak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal operasi hitung pecahan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan belajar peserta didik dan ciri-ciri setiap kesulitan belajar dalam operasi hitung pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif eksploratif. Instrumen penelitian dalam penelitian ini terdiri dari instrumen utama dan instrumen pendukung. Instrumen utama yaitu peneliti sendiri dan instrumen pendukung berupa tes soal essay Operasi Hitung Pecahan dan pedoman wawancara. Peserta didik yang berpartisipasi dalam mengerjakan tes essay sebanyak 31 orang. Selanjutanya dilakukan wawancara mendalam terhadap 6 orang peserta didik yang mewakili ciri-ciri setiap jenis kesulitan belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kesulitan belajar yang dilakukan peserta didik adalah (1) kesulitan memahami konsep dalam operasi hitung pecahan sebanyak 48%, (2) kesulitan keterampilan berhitung dalam operasi hitung pecahan sebanyak 48% dan (3) kesulitan pemecahan masalah dalam operasi hitung pecahan 39% dari 31 pesrta didik. Ciri-ciri kesulitan memahami konsep dalam operasi hitung pecahan yaitu: (a) ketidakpahaman peserta didik dengan defenisi konsep pecahan campuran, (b) ketidakmampuan menggunakan rumus dalam menyelesaikan soal. Ciri-ciri kesulitan keterampilan berhitung dalam operasi hitung pecahan yaitu: (a) ketidakmampuan peserta didik dalam melakukan operasi penjumlahan dalam operasi hitung pecahan, (b) ketidakmampuan peserta didik dalam melakukan operasi pembagian dalam operasi hitung pecahan. Ciri-ciri kesulitan pemecahan masalah dalam operasi hitung pecahan yaitu: (a) tidak mengetahui maksud soal cerita operasi hitung pecahan, (b) tidak mampu mengidentifikasi kalimat soal cerita operasi hitung pecahan kedalam kalimat matematika (c) tidak menyelesaikan soal.