Abstrak
Annisa Zahra Ahdaliza, NIM 1930107002, Judul Skripsi “Pengaruh Variasi Suhu Anealing Lapisan MAI (Metileammonium Iodide) Terhadap Kestabilan Perovskite MAPbI3”. Program Studi Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok pembahasan dalam penelitian ini adalah efisiensi dan kestabilan sel surya perovskite yang ada sekarang memiliki banyak peluang untuk ditingkatkan. Salah satunya adalah penggunaan double layer (penambahan film diatas film lainnya). Pada sampel perovskite yang dibuat dengan tujuan mendapatkan nilai efisiensi yang tinggi dan juga kestabilan dari perovskite MAPbI3 pada variasi suhu anealing lapisan MAI (metileammonium iodide), dan untuk mengetahui sifat fisik berupa morfologi dari perovskite MAPbI3. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian Research and Development (R&D). Metode yang digunakan adalah metode spin-coating,dengan bahan MAPbI3, karena sifat perovskite yang mudah terdegradasi dan rentan terhadap kelembaban terutama pada partikel pengganggu seperti debu tentu untuk subtract, alat, dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan perovskite harus steril dan bersih melalui tahapan preparasi menggunakan sonikasi. Sebelum pembuatan perovskite subtract kaca ITO dilapisi dengan lapisan SnO2. Proses pembuatan perovskite MAPbI3 dimulai dari tahapan penimbangan, untuk lapisan pertama perovskite setelah SnO2 adalah Pb, (Timbal II Iodida), IPA(Iso Propile Alcohol), MAI(Metileammonium Iodide). Pada variasi suhu 130oC, 150oC, 160oC, dan 170oC., P3HT Poly(3-Hexylthiophene). Tahapan terakhir yaitu proses thermal menggunakan Emas (Au) dengan ketebalan 80 nm. Hasil penelitian pada pembuatan perovskite variasi suhu anealing lapisan metileammonium iodide (MAI) dapat dilihat dari sifat fisik sampel berupa morfologi dari perovskite MAPbI3 pada suhu 130 oC,150 oC,160 oC, dan 170oC dilihat dari hasil FESEM. Morfologi pada sampel menyerupai morfologi square, serta bentuk kristalnya tetragonal dengan ukuran lebih besar dari 1 mikrometer. Ini menandakan sampel perovskite bisa dilanjutkan ke karakterisasi I-V menggunakan alat Gamry. Pada karakterisasi I-V terdapat nilai Voc, Jsc, FF dan PCE didapatkan bahwa sampel dengan suhu 150oC memiliki efisiensi tertinggi sebesar 18,96%, dengan nilai rata-rata dari efisiensi sebesar 13,18%. Nilai dari efisiensi (PCE) akan diperoleh stabilitas pada sampel perovskite dengan pengukuran berulang sebanyak 6 kali dalam 11 hari. Didapatkan suhu 150oC lebih stabil dengan persentase kestabilan sebesar 5,66%.