Abstrak
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah keberfungsian keluarga diperlukan untuk membantu anak tunarungu dalam membangun konsep diri yang positif. Pada fenomena ditemukan anak tunarungu yang dijadikan bahan olok-olokan dan ejek-ejekan oleh masyarakat. Penolakan yang diberikan oleh masyarakat tersebut akan membentuk persepsi yang buruk mengenai dirinya oleh anak tunarungu. Persepsi yang buruk akan membentuk konsep diri yang negatif pada anak tunarungu. Dalam hal ini dukungan keluarga sangat diperlukan untuk membantu anak tunarungu dalam membangun konsep diri yang positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keberfungsian keluarga dengan konsep diri pada anak tunarungu di SLB Insan Mulia. Jenis penelitian yang digunakan adalah adalah jenis penelitiaan korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 31 orang siswa SLB dan sampel dalam penelitian ini adalah 31 orang siswa SMP dan SMA SLB Insan Mulia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui penyebaran kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam menguji hipotesis adalah korealsi Spearman Rho dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,710. Artinya, adanya hubungan yang signifikan antara keberfungsian keluarga dengan konsep diri pada anak tunarungu di SLB Insan Mulia, bahwa semakin tinggi keberfungsian keluarga pada anak tunarungu maka konsep diri pada anak tunarungu juga semakin tinggi.