Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Anjing sebagai Tamtsil al-Qur'an dalam Tafsir al-Misbah Karya M. Quraish Shihab

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Alqur'an Dan Tafsir•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Rendy Darmawan Rachmadi, NIM. 1730301011 (2023). Judul skripsi: “Anjing sebagai Tamtsil al-Qur’an dalam Tafsir al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi stigma negatif anjing yang buruk dalam masyarakat Indonesia khususnya kalangan muslim disebabkan karena berbagai faktor salah satunya karena keliru memahami maksud ayat tentang perumpamaan anjing. Di dalam surah al-’Araf ayat 176-177 Allah SWT telah menerangkan akan keburukan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT dengan menyerupakannya dengan anjing yang selalu menjulurkan lidahnya. Hal itulah yang membuat peneliti tertarik untuk mempelajari lebih dalam maksud dari ayat amtsal tentang anjing dengan berupaya menganalisis penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah tentang ayat tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui penafsiran serta hikmah di balik ayat amtsal tentang anjing dalam Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan tafsir tematik tokoh dan metode analisis isi (content analysis). Hasil dilakukannya penelitian ini ialah mengetahui bahwa M. Quraish Shihab di dalam Tafsir al-Mishbah menafsirkan ayat amtsal tentang anjing melalui metode tafsir tahlili dengan corak penafsiran yang digunakan tafsir ‘ilmi dan tafsir adabi ijtima’i sedangkan redaksi amtsal yang terdapat di dalam ayat adalah amtsal musharrahah atau amtsal yang jelas. M. Quraish Shihab menafsirkan bahwa Allah SWT memberikan perumpamaan anjing dengan orang yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT dikarenakan kondisi anjing yang senantiasa menjulurkan lidahnya karena hanya memiliki sedikit kelenjar keringat sama dengan kondisi orang yang selalu menurutkan hawa nafsunya dan cenderung kepada dunia. Persamaan kondisi diantara keduanya diketahui dengan bukti ilmiah yang tidak diketahui manusia kecuali pada masa belakangan ini, tepatnya pada abad ke-20. Adapun Hikmah dijadikannya anjing sebagai tamtsil di dalam al-Qur’an adalah untuk mengajarkan akan pentingnya ilmu pengetahuan yang dilandasi dengan keimanan yang kuat karena dengan itu kita bisa memilih jalan kebenaran dan tidak menurutkan hawa nafsu yang akan membawa kita kepada kedzaliman.

Kata kunci

Amtsal, Anjing, Tafsir al-Mishbah , M. Quraish Shihab

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Anjing sebagai Tamtsil al-Qur'an dalam Tafsir al-Misbah Karya M. Quraish Shihab2023 · oai:ais:skripsi:6131

Publikasi terkait