Abstrak
Nabil Bonavido NIM 1830402069. Judul Skripsi: “Peranan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BARENLITBANGDA) dalam Pembangunan Ekonomi Kota Sawahlunto”. Program Strata Satu (S1) Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar 2023. Permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini adalah tidak maksimalnya peranan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BARENLITBANGDA) sebagai perencana dalam pembangunan ekonomi Kota Sawahlunto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BARENLITBANGDA) sebagai perencana dalam pembangunan ekonomi Kota Sawahlunto dan untuk mengetahui apa kendala yang dialami BARENLITBANGDA Kota Sawahlunto sebagai perencana dalam pembangunan di sektor ekonomi Kota Sawahlunto. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi yaitu Ibuk Helmi Surya, ST, MT dan Fungsional Perencana yaitu Bapak Netropen Nuklis, S. Kom dan Ibuk Srimar Yeni, S.AP, MM. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumen dinas BARENLITBANGDA Kota Sawahlunto. Teknik pengumpulan data yang peneliti lakukan adalah dengan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa BARENLITBANGDA Kota Sawahlunto sebagai badan perencana dalam pembangunan ekonomi Kota Sawahlunto memiliki peranan utama yaitu merencanakan pembangunan ekonomi di Kota Sawahlunto. Rancangan pembangunan ekonomi yang telah dibuat oleh BARENLITBANGDA Kota Sawahlunto diserahkan kepada Walikota dan dibahas dalam rapat RPJMD Kota Sawahlunto dengan melibatkan seluruh pihak yang terkait dengan pembangunan ekonomi di Kota Sawahlunto. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, kendala yang dialami oleh BARENLITBANGDA Kota Sawahlunto sebagai perencana dalam pembangunan ekonomi yaitu belum optimalnya koordinasi dan sinkronisasi proses perencanaan pembangunan ekonomi daerah, belum efektifnya pengendalian dan evaluasi kebijakan pembangunan ekonomi daerah, belum terintegrasinya sistem perencanaan pembangunan ekonomi daerah, belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan data pembangunan ekonomi daerah serta rendahnya kapasitas sumber daya perencanaan pembangunan ekonomi daerah.