Abstrak
Janda merupakan perempuan yang tidak memiliki pasangan dan status kesendirian karena berpisah dengan suami baik berpisah karena dicerai maupun karena ditinggal mati. Pria maupun perempuan yang telah menikah kemudian berpisah, baik disebabkan karena perceraian maupun kematian adalah berstatus sama. Perempuan yang bercerai hidup dan menyandang status sebagai janda memiliki pengalaman yang beragam dengan latar belakang masalah yang berbeda pula. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif. Subjek dari penelitian terdiri dari dua orang perempuan yang bercerai. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (Indepth Interview) dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pengalaman seseorang setelah menyandang status sebagai janda berbeda-beda tergantung kepada pribadi masing-masing. Konsep diri yang positif dengan nenerima status sebagai janda akan membantu janda bisa juga diterima ditengah lingkungan masyarakat. Persepsi masyarakat terhadap janda tergantung kepada bagaimana janda dapat menempatkan dirinya ditengah masayarakat. Kegiatan yang positif dapat memberikan dampak yang baik bagi janda. Dukungan sosial dan dukungan keluarga juga memberikan pengaruh yang besar kepada seorang janda sehingga ia merasa diterima dan dihargai. Dengan dukungan dari lingkungan sekitar mambuat seorang janda dapat bangkit dari kisah masa lalu yang kelam dan dapat memnembangkan diri ke arah yang positif.