Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

NILAI-NILAI KATO NAN AMPEK YANG TERKANDUNG DALAM FILM SURAU DAN SILEK (TINJAUAN LINGUISTIK MINANGKABAU)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Komunikasi Dan Penyiaran Islam•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK ANDRE SYAFRIL, NIM 1730302004, dengan judul skripsi “NILAI-NILAI KATO NAN AMPEK YANG TERKANDUNG DALAM FILM SURAU DAN SILEK (TINJAUAN LINGUISTIK MINANGKABAU)”. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah Institut Agama Islan Negeri (IAIN) Batusangkar, tahun Akademik 2021/2022. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian deskriptif bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui simak dan catat . Pengelolaan data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif, penganalisaan menggunakan Kato Nan Ampek ‘kata yang empat’ Minangkabau. Pokok permasalahan dalam Skripsi ini adalah bagaimana Kato Nan Ampek ‘kata yang empat’ pada film Surau dan Silek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penerapan Kato Nan Ampek ‘kata yang empat’ pada film surau dan silek agar anak-anak berperilaku dan berakhlak yang baik serta sopan santun dalam berbicara terhadap sesama, orang tua maupun yang lebih kecil agar terhindar dari penyimpangan perilaku anak. Film ini bercerita tentang kehidupan tiga remaja Minang yang sedang semangat berlatih silat, namun mereka ditinggalkan oleh Mak Rustam sang guru silat yang memutuskan untuk pergi merantau. Penelitian ini menemukan representasi Kato Nan Ampek ‘kata yang empat’ agar anak-anak Minangkabau khusunya remaja yang telah banyak melupakan adat Minangkabau, penelitian untuk mengingat kembali bagaimana sebenarnya Kato nan Ampek ‘kata yang empat’ di Minangkabau dalam film surau dan silek, yaitu silek mengajarkan kesimbangan antara emosional question (kecerdasan emosional), spiritual question (kecerdasan spritual), intelegens question (kecerdasan intelejen) dan heart question (kecerdasan hati). Film Surau dan Silek mengandung banyak pesan moral, nilai-nilai agama dan budaya, sehingga mampu merubah persepsi tentang silat di Minang yang tak hanya sebagai aktifitas pemuda nagari untuk berkelahi, namun juga sebagai pendidikan karakter dari perspektif Islam dan adat Minang, yaitu mengamalkan agama Islam sebagai ajaran, dan melestarikan budaya surau dan silat sebagai aktifitas pemuda Minang.

Kata kunci

Kata Kunci: Surau dan Silek, Kato Nan Ampek, Minangkabau.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1NILAI-NILAI KATO NAN AMPEK YANG TERKANDUNG DALAM FILM SURAU DAN SILEK (TINJAUAN LINGUISTIK MINANGKABAU)2021 · oai:ais:skripsi:4174