Abstrak
ABSTRAK Firdaus. 2021. “Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Konsumtif Siswa SMA Negeri di Kota Padang Panjang”. Tesis. Program Studi S2 Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Program Pascasarjana IAIN Batusangkar. Perilaku konsumtif merupakan tindakan membeli, mengkonsumsi, menggunakan suatu barang / jasa yang kurang atau diperlukan sehingga sifatnya menjadi berlebihan. Perilaku konsumtif yang dilakukan oleh siswa akan berakibat pada ketidakefektifan kehidupan dan merupakan perbuatan yang dilarang dalam ajaran islam. Guru bimbingan dan konseling memiliki peran dan upaya dalam memahami dan mengatasi perilaku konsumtif tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui perencanaan yang dilakukan guru BK dalam mengatasi perilaku konsumtif siswa: (2) mengetahui pengorganisasian layanan yang dilakukan guru BK dalam mengatasi perilaku konsumtif siswa, (3) mengetahui pelaksanaan layanan yang dilakukan guru BK dalam mengatasi perilaku konsumtif siswa (4) mengetahui pengawasan dan evaluasi guru BK dalam mengatasi perilaku konsumtif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berupa studi kasus. Penelitian dilakukan terhadap guru bimbingan dan konseling di kota padang panjang dengan menggunakan instrument penelitian berupa wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis berdasarkan konsep miles & huberman melalui tahapan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru bimbingan dan konseling melakukan perencanaan sebelum memberikan layanan dengan melakukan analisis kebutuhan siswa, merangcang program layanan dan perangkat layanan, (2) dalam pengorganisasian layanan guru bimbingan dan konseling menyepakati mekanisme penanganan kasus dan regulasi yang disepakati bersama termasuk juga penanganan perilaku konsumtif (3) guru bimbingan dan konseling melakukan layanan secara klasikal, kelompok, dan individu dalam mengatasi perilaku konsumtif siswa (4) terdapat pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan layanan dalam mengatasi perilaku konsumtif siswa. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi guru bimbingan dan konseling di sekolah dalam mengatasi perilaku konsumtif siswa.