Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

KONSEP IMAMAH MENURUT AL-MAWARDI

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Tata Negara (Siyasah)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

HINDRA SAPUTRA NIM 1730203032.Judul Skripsi : KONSEP IMAMAH MENURUT AL-MAWARDI. Jurusan Hukum Tata Negara (Siyasah), Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Tahun Akademik 2021 Dalam penulisan skripsi ini yang menjadi fokus Penelitian adalah tentang Konsep Imamah Menurut Al-Mawardi. Yang meliputi: Bagaimana bentuk dan Konsep Imamah Menurut Al-Mawardi, dan Bagaimana Proses Pengangkatan Imamah Menurut Al-Mawardi dan Bagaimana Penerapan Konsep Imamah di Indonesia tujuan dalam penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui dan menjelaska bentuk dan Konsep Imamah Menurut Al-Mawardi. Kemudian juga menjelaskan proses pemilih pemimpin dalam pandangan Al-Mawardi. Serta menjelaskan Penerapan Konsep Imamah di Indonesia. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Kepustakaan (Library research) yaitu dengan penelitian yang secara literatur yang digali berdasarkan sumber (data) secara sistematis. Penelitian ini bersifat Kualitatif dengan metode penelitian Normatif. Yang dimaksud yaitu teori Konsep Imamah Menurut Al-Mawardi. Pendekatan kualitatif menekankan pada makna penalaran definisi suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu) dalam pendekatan Kualitatif ini lebih lanjut mementingkan proses dibandingkan dengan hasil akhir pengelolahan data dilakukan dengan menyusun dan mengklasifikasi bahan sesuai kebutuhan. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan ini dapat disimpulkan bahwa menurut pemikiran Al-Mawardi Konsep Imamah adalah suatu konsep yang berbicara tentang kepemimpinan (Imamah) dalam negara Islam yang berdasarkan Syariat Islam yang bertugas untuk menggantikan Nabi Muhammad Saw sebagai pemimpin untuk menjaga agama dan serta kenegaraan yang bersifat politis dan dipilih melalui secara Mufakat dan Baiat. Hukum mendirikan Imamah berdasarkan ketentuan Al-quran dan Sunnah kemudian ditambah dengan sumber hukum yang disepakati. Menurut Al-Mawardi cara pengangkatan Imamah berdasakan dengan landasan pendirian Imamah merupakan kewajiban secara Ijmak. Al-Mawardi juga menjelaskan bahwa proses pengangkatan Imamah tidak boleh pengangkatan dua orang Imamah dalam satu daerah. Untuk mengatasi hal tersebut agar tidak terjadi yaitu dengan cara memilih pemimpin yang lebih dahulu di Baiat. Dan kemudian penerapan Imamah di Indonesia pernah mengalami hal tersebut di mana pemimpin itu dipilih oleh ahli Syurah atau juga disebut dengan MPRI.Hal ini terjadi pada pemilihan Presiden ke Empat yaitu Gusdur

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1KONSEP IMAMAH MENURUT AL-MAWARDI2021 · oai:ais:skripsi:3807