Abstrak
Ririn Purnama Sari,NIM 1630401155 (2016), denganjudul Skripsi: “Strategi Pemasaran Produk Wadiah pada PT. LKMS BMT Almabruk Batusangkar”.Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar tahun 2021 Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana strategi pemasaran produk wadiah pada PT.LKMS BMT Almabruk Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara PT.LKMS BMT Almabruk Batusangkar dalam memasarkan produk tabungan wadiah¬ dan apa saja strategi yang dilakukan PT.LKMS BMT Almabruk Batusangkar untuk menjaga eksistensinya. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research), di mana dalam penelitian ini penulis akan menggambarkan tentang strategi pemasaran produk wadiah pada PT.LKMS BMT Almabruk Batusangkar. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui observasi dan wawancara, sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan oleh PT.LKMS BMT Almabruk Batusangkar sudah berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya media promosi yang dilakukan mulai dari langsung menerjunkan tim marketing ke lapangan, promosi melalui media cetak dan media online untuk menarik minat calon nasabah baru agar membuka rekening tabungan wadiah di PT.LKMS BMT Almabruk Batusangkar. Kendala yang dihadapi yaitu kendala teknis seperti dalam pemasaran dan memperkenalkan produk ke masyarakat atau pihak internal kampus IAIN, karena dalam pemasarannya pihak BMT juga melihat persaingan dengan pihak lain, tidak hanya antar BMT saja tetapi juga persaingan dengan bank lainnya. Keunggulan pemasaran produk wadiah pada BMT Almabruk Batusangkar adalah memegang teguh prinsip syariah dan fasilitas yang diberikan oleh BMT berupa layanan antar jemput. Adapun kelemahan pemasaran produk wadiah adalah kantor BMT Almabruk Batusangkar sampai hari ini masih berstatus izin pemakaian dari pihak IAIN Batusangkar dan belum lagi gedung milik sendiri sehingga masyarakat sekitar kurang mengetahui keberadaan serta operasional yang di jalankan oleh BMT Al mabruk Batusangkar akibatnya para staff BMT merasa kesulitan dalam memasarkan produk Tabungan Wadiah.