Abstrak
ABSTRAK RATIH PERMATA SARI, NIM. 15 300 400 078, judul skripsi “AN ANALYSIS OF ACADEMIC STRESS AND COPING STRATEGY USED BY ENGLISH STUDENTS ENROLLED IN CURRICULUM AND MATERIAL DEVELOPMENT COURSE”. Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, 2020. Permasalahan dalam penelitian ini adalah ditemukannya gejala stress akademik mahasiswa pada matakuliah Curriculum and Material Development jurusan Tadris Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase gejala stress akademik yang dirasakan dan cara mengatasi stress akademik oleh mahasiswa semester 5 yang telah mengikuti matakuliah Curriculum and Material Development jurusan Tadris Bahasa Inggris di IAIN Batusangkar. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional survey. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 5 Tadris Bahasa Inggris yang terdaftar pada matakuliah Curriculum and Material Development tahun akademik 2019/2020 yang berjumlah 76 orang dengan sampel berjumlah 30 orang mahasiswa yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. 46 orang mahasiswa terpilih sebagai Sample Tried-Out (TO). Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan angket tertutup dengan 54 pernyataan yang dibuat berdasarkan teori gejala-gejala stres akademik. Hasil dari validitas instrumen menunjukkan 6 pernyataan revised dan 48 pernyataan valid. Sehingga didapat 54 pernyataan valid. Hasil dari reliabilitas instrumen adalah 0,743 (reliable). Selanjutnya, untuk menganalisis data, peneliti menggunakan teori Arikunto dan Sudijono yang meliputi kriteria stres akademik dan tingkatan stres akademik Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 faktor gejala stres akademik yang dialami oleh mahasiswa yang telah mengikuti matakuliah Curriculum and Material Development. Gejala stress akademik itu meliputi : 1) Emotional symptoms (gejala emosi) dengan persentase 13,5% dan; 2) Physical symptoms (gejala fisik) dengan persentase 9%; 3) Behavior symptoms (gejala prilaku) dengan persentase 17,4%. Mayoritas mahasiswa mengatasi stress akademik menggunakan emotion focused coping dari pada problem focused coping. Mahasiswa mengatasi stress dengan cara emotion focused coping yaitu nonton film, refreshing, istirahat, bercerita kepada orang tua atau sahabat, berdoa dan berfikir positif.