Abstrak
EGA SAPUTRA, NIM. 1630403028, JUDUL SKRIPSI: “EFISIENSI PENGELOLAAN WAKAF TUNAI DI BADAN WAKAF INDONESIA (BWI) KOTA PAYAKUMBUH”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah menganalisis Efisiensi Pengelolaan Wakaf Tunai di Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Payakumbuh. tujuan pembahasan ini untuk mengetahui model pengelolaan beserta faktor pendukung dan penghambat dalam efisiensi pengelolaan wakaf tunai di Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Payakumbuh. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian lapangan (field research), untuk mendapatkan data dari permasalahan yang di teliti. teknik pengumpulan data yang penulis gunakan melalui wawancara dan dokumentasi. pengelolaan data dilakukan secara descriptive kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Dari penelitian yang penulis lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa model pengelolaan wakaf tunai pada Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Payakumbuh dilaksanakan pada usaha sektor ril dan tidak ada dilaksanakan pada sektor keuangan. Ini menunjukkan bahwa jenis wakaf ini adalah wakaf tunai melalui uang. Kegiatan wakaf tunai untuk sektor ril di antaranya yaitu: 1) sektor pertanian dalam bentuk pengelolaan sawah, 2) sektor pelayanan masyarakat dalam bentuk sumur, 3) sektor perdagangan dalam bentuk minimarket. Dari aspek efisiensi ekonomi, model pengelolaan wakaf tunai di badan wakaf Indonesia (bwi) kota payakumbuh sudah efisien karna sudah berhasil berjalan dengan baik dan menghasilkan manfaat wakaf. Faktor pendukung wakaf melalui uang di Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Payakumbuh yaitu: Adanya SK dari BWI pusat, adanya perintah agama dan respon yang baik dari masyarakt, adanya kantor dan kepercayaan masyarakat, dan adanya dukungan pemerintah. Faktor penghambatnya yaitu: Sosialisasi yang belum optimal, terbatasnya pemahaman masyarakat tentang wakaf tunai, dan sumber daya manusia yang belum memadai. i.