Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessVersi 1

Pelaksanaan Malelang Batang Ayia di Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Menurut Fikih Muamalah

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Ekonomi Syariah•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

FITRI WULANDARI, NIM. 1630202025, Judul skripsi “Pelaksanaan Malelang Batang Ayia di Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Menurut Fikih Muamalah”, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar tahun 2020. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana cara berakad dan menetapkan harga dalam pelaksanaan malelang batang ayia yang ada di Nagari Sibarambang, dan cara menentukan kualitas dan kuantitas objek dari malelang batang ayia yang ada di Nagari Sibarambang, serta bagaimana pandangan fikih muamalah terhadap pelaksanaan malelang batang ayia yang ada di Nagari Sibarambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan malelang batang ayia di Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Menutut Fikih Muamalah. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya sesuai kenyataan. Sebagai sumber data utama yaitu orang yang terlibat dalam pelaksanaan malelang batang ayia yang ada di Nagari Sibarambang dan sebagi sumber data tambahan yaitu diperoleh dari studi perpustakaan khususnya yang berkaitan dengan lelang dalam tinjauan fikih muamalah. Kemudian teknik pengumpulan data yaitu dengan cara wawancara dan observasi. Berdasarkan metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini jika dipandang dari fikih muamalah, pelaksanaan malelang batang ayia yang ada di Nagari Sibarambang tidak sesuai dengan konsep jual beli menurut syariat Islam. Dalam pelaksanaannya dikatakan lelang, namun pada kenyataannya yaitu menyewakan lubuak yang memiliki batasan waktu yaitu dari hari raya idul adha ke idul adha. Dalam pelaksanaan malelang batang ayia ini adanya unsur gharar yaitunya ketidakjelasan objek dalam jual beli, yang mana objek dari jual beli ini tidak bisa diserahterimakan. Dilihat dari segi kualitas (jenis-jenis ikan) dan kuantitas (berapa banyak ikan) tidak dapat diketahui dengan jelas dan tidak dapat diserahterimakan.

Kata kunci

Malelang, batang ayia, fiqih muamalah

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pelaksanaan Malelang Batang Ayia di Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Menurut Fikih Muamalah · oai:ais:skripsi:2885