Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Pelaksanaan Menggendong Ayam Dalam Walimatul ‘Ursy Adat Tapanuli Ditinjau Menurut Hukum Islam (Studi Kasus Di Kampung Bangun Raya Nagari Padang Gelugur Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Menggendong ayam ini adalah suatu tradisi yang diharuskan dalam adat Tapanuli karena memiliki manfaat yang sangat banyak, maka jika ada yang melanggar tradisi tersebut dalam adat tidak ada sanksi padanya melainkan akan dapat sanksi sosial sperti dipergunjingkan dan tidak diikutsertakan dalam acara adat, jadi hal seperti inilah yang akan penulis bahas lebih dalam bagaimana pandangan menurut hukum islam mengenai sanksi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hukum dari sebuah adat kebiasaan Mnggendong ayam dalam walimahtul’ursy adat Tapanuli di Kampung Bangun Raya Nagari Padang Gelugur Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman yang ditinjau menurut hukum Islam. Manfaat penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan pemerintah dan masyarakat luas akan hukum adat menggendong ayam sebagai bahan kajian hukum yang di pecahkan oleh Hukum Islam. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara melalui responden terpilih berdasarkan peran yang terlibat dalam kegiatan adat Menggendong ayam dalam Walimah adat Tapanuli di Kampung Bangun Raya setempat juga dibantu dengan Validitas dan Realibilitas data agar ketajaman serta kumpulan informasi tersusun dan mudah di pahami sejak. Lokasi penelitian di Kampung Bangun Raya Nagari Padang Gelugur khususnya di rumah Responden yang telah di pilih dan tepat menurut pemikiran penulis. Hasil penelitian penulis adalah tradisi menggendong ayam yang dilakuakan saat walimah di rumah mempelai perempuan menuju ke rumah mempelai laki-laki dengan memiliki maksud dari menggendong ayam tersebut adalah suatu bahasa isyarat bahwa mempelai perempuan masih gadis, mengharapkan untuk cepat mendapatkan keturunan, bentuk penyerahan diri dengan ikhlas kepada suami, dan juga dapat membantu perekonomian keluarga dengan cara memelihara ayam tersebut. Tradisi yang seperti ini dipandang menurut hukum Islam adalalah kebiasaan masyarakat dan dipandang baik, oleh karena itu adat ini dikategorikan sebagai maslahah dan tidak ada diperintahkan oleh agama maupun melarang melakukannya. Sedangkan jika terjadi seseorang tidak menggendong ayam, maka adat tidak mengatur sanksi di dalamnya melainkan terdapat sanksi sosial seperti dipergunjingkan, di kucilkan dengan cara tidak dilibatkan dalam acara adat. Namum tardisi ini di pandang baik dan harus dipertahankan oleh masyarakat karena adat ini bisa menjadi simbol bahwa mempelai perempuan masih peraan dan perempuan baik-baik, adat ini menghindarkan fitnah dan ejekan masyarakat terhadap yang tidak melaksanakan tradisi menggendong ayam dan mempertahankan agar masyarakat tidak dikucilkan dalam pelaksanaan adat, oleh karena itu tradisi ini ditinjau menurut hukum Islam tradisi ini dapat dikategorikan kepada ‘urf shahih yaitu kebiasaan yang dipandang baik oleh masyarakat dan sejalan dengan ajaran agama Islam.

Kata kunci

menggendong ayam, hukum Islam

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pelaksanaan Menggendong Ayam Dalam Walimatul ‘Ursy Adat Tapanuli Ditinjau Menurut Hukum Islam (Studi Kasus Di Kampung Bangun Raya Nagari Padang Gelugur Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman)2024 · oai:ais:skripsi:2806