Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessVersi 1

Penafsiran Ayat-ayat Zakat oleh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam Buku Fadhilah Sedekah

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Alqur'an Dan Tafsir•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Muhammad Sofian, NIM 15301400005 (2019). Judul Skripsi: “Penafsiran Ayat-Ayat Zakat oleh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam buku Fadhilah Sedekah”. Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini berdasarkan bahwa banyak orang yang mengetahui ilmu pengetahuan agama dan mengaku beriman kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, namun tidak sedikit di antaranya yang melanggar peraturan Allah Swt dan tidak membayar zakat apabila harta sudah sampai pada nisabnya. Tujuan penelitian ini adalah: (1) penafsiran ayat-ayat tentang pentingnya zakat oleh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam buku Fadhilah Sedekah, (2) penafsiran ayat-ayat keutamaan zakat oleh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam buku Fadhilah Sedekah, (3) penafsiran ayat-ayat tentang ancaman bagi yang tidak membayar zakat oleh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam buku Fadhilah Sedekah Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library research), yaitu teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. Metode analisis yang penulis gunakan adalah metode tafsir Ijmali (Global). Tafsir semi Ijmali adalah menafsirkan ayat Al-Qur’an secara global, dengan metode ini mufassir berupaya menjelaskan makna-makna ayat Al-Qur’an dengan uraian singkat dan bahasa yang mudah sehingga dapat dipahami oleh semua orang, mulai dari yang berpengetahuan yang luas sampai yang berpengetahuan sedang. Hasil penelitian ini adalah bahwa penafsiran Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi yakni: 1) tentang pentingnya berzakat ialah menumbuhkan rasa syukur dan kerendahan hati. Zakat mempunyai kedudukan penting bagi muzakki dan mustahiq yaitu: Pertama pentingnya Zakat bagi Muzakki ialah untuk menjadikan seorang muzakki bisa menjadi tuan terhadap hartanya dan bukan menjadi budaknya harta. Berzakat berarti membersihkan harta dari segala keburukan. Sementara itu di sisi lain, zakat sangat penting artinya bagi muzakki, untuk mensucikan jiwanya dari sifat kikir, melatih diri untuk memberi dan berakhlak dengan akhlak Allah Swt, melatih diri untuk selalu bersyukur atas segala pemberian Allah, melatih diri untuk tidak terlalu mencintai dunia, melatih diri untuk mengutamakan kekayaan batin, membangun hubungan batin dan rasa cinta sesama. Kedua pentingnya zakat bagi mustahiq ialah memperbaiki ekonomi umat, mempersempit ketimpangan ekonomi di dalam masyarakat khususnya bagi penerima zakat (mustahiq). 2) Keutamaan bagi orang yang membayar zakat (muzakki) yaitu: membersihkan dari noda dosa, dan memperkembangkan harta benda mereka serta mengangkat derajat dari ahli nifaq menjadi orang yang ikhlas, menyucikan dari dosa-dosa dan akhlak yang tercela, menyuburkan akhlak tepuji dan amal shalih, menambah pahala dunia dan akhirat, serta harta menjadi bertambah. 3) Acaman atau hukuman yang diberikan kepada orang yang tidak membayar zakat di dunia dan akhirat. Ancaman dan hukuman di dunia ada 2 yaitu: hukuman yang sifatnya langsung datang dari Allah Swt dan hukuman yang sifatnya dititipkan Allah SWT lewat para penguasa muslim yang taat dan menjalankan hukum syariat adalah disita separuh hartanya, divonis kafir, dan dibunuh. Ancaman atau hukuman di akhirat yaitu disetrika dengan harta yang tidak dizakatkan dan ular berbisa akan melilit lehernya.

Kata kunci

Zakat, Tafsir, Al-Quran

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Penafsiran Ayat-ayat Zakat oleh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam Buku Fadhilah Sedekah · oai:ais:skripsi:1740

Publikasi terkait